BANDUNG – Pengamat politik Hendri Satrio menduga Presiden Prabowo Subianto memulai pemerintahan dengan modal angka 4 dari skala 10. Ia curiga angka itu warisan Jokowi, sapaan Presiden ketujuh RI Joko Widodo, yang membuat Prabowo susah bergerak.

Hensa, sapaan Hendri, melontarkan dugaan itu dalam diskusi bertajuk “Indonesia yang Kita Wariskan: Keadilan, Demokrasi, dan Kesejahteraan” di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung. Diskusi program Terus Terang Mahfud MD itu tayang di kanal YouTube Mahfud MD Official, Senin (19/10/2026), sehari sebelum pemerintahan Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka genap dua tahun.

Awalnya, Hensa mengajak peserta menilai Prabowo secara adil.

“Apakah seorang Prabowo memulai pemerintahan ini dari angka 10 dari 10, dari angka 5 dari 10, atau dari angka 0 dari 10? Karena saya curiganya dia juga tidak mulai dari nol-nol banget, gitu,” kata Hensa.

“Jangan-jangan Pak Jokowi sudah menempatkan negeri ini di angka 4, sehingga Pak Prabowo-nya susah bergerak juga. Mau naik ke atas susah, mau turun ke bawah gampang banget,” ujarnya.

Dengan warisan Jokowi seperti itu, menurut Hensa, persoalan jadi berlapis sampai Prabowo kesulitan memilih pembantu.

“Jadi sekarang masalahnya sangat kompleks, sedemikian kompleksnya, sampai akhirnya Pak Prabowo sendiri, menurut saya, kebingungan untuk menempatkan orang-orang terbaik untuk membantu dirinya,” jelasnya.

Rapor 6,9 dan Bayang Warisan Jokowi

Dugaan soal angka 4 itu muncul tak lama setelah Hensa memberi rapor 6,9 untuk dua tahun Prabowo dan Gibran. Nilai itu yang tertinggi di antara para narasumber.

Pakar hukum tata negara Universitas Andalas Feri Amsari dan Guru Besar Fakultas Hukum Unpad Susi Dwi Harijanti sama-sama memberi 3. Aktivis muda Virdian Aurellio hanya memberi 11 dari 100.

Hensa sempat berkelakar angka 6,9 dipilih karena terdengar nakal. Meski begitu, ia mengaku tetap menimbang sisi baik pemerintah.

“Di antara hal-hal yang perlu dikritisi, banyak juga hal baik yang harus disyukuri. Walaupun susah juga nyari yang disyukuri, ya,” ungkap Hensa.

Bayang-bayang Jokowi juga disinggung mantan Menko Polhukam Mahfud MD di awal diskusi. Ia menirukan kritik lama yang kerap dialamatkan kepada Prabowo.

“Pak Prabowo, Anda ini kok seperti tersandera, seperti tidak berani melakukan sesuatu karena ada kekuatan lain, yaitu kekuatan Pak Jokowi yang mengelilingi Anda dan mengendalikan Anda,” kata Mahfud.

Penilaian berbeda soal warisan Jokowi datang dari Mahfud saat membahas kebakaran hutan dan lahan. Ia menyebut penanganannya kini mundur jauh dibanding era Jokowi. Menurut dia, kebakaran memang masih terjadi pada 2015, tetapi sejak 2016 selalu bisa diatasi dengan cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *