JAKARTA – Tiga dari empat anak muda Indonesia ingin kerja di luar negeri. Namun, sebagian besar dari mereka tidak berniat menetap selamanya dan berencana pulang ke Tanah Air.

Temuan itu berasal dari Survei Pemuda Indonesia 2026 Lembaga Survei KedaiKOPI. Sebanyak 75,2 persen responden ingin bekerja di luar negeri bila ada kesempatan, sedangkan 77,8 persen menyatakan akan kembali ke Indonesia.

Hasil survei tersebut dipaparkan Kepala Riset Lembaga Survei KedaiKOPI Ashma Nur Afifah dalam tayangan di kanal YouTube Lembaga Survei KedaiKOPI berjudul “Cari Kerja Susah, Harus Punya Orang Dalam?.”

“Berarti tiga dari empat pemuda sebenarnya memiliki keinginan atau intensi untuk bekerja di luar negeri,” kata Ashma.

Survei ini melibatkan 1.213 responden Gen Z dan Milenial berusia 17-45 tahun yang mengisi kuesioner daring pada Rabu (23/9/2026) sampai Selasa (29/9/2026). Hasilnya dibobotkan dengan metode IPF. Karena sampel tidak diambil secara acak, angka-angka ini tidak memiliki margin of error.

Dalam skala 1 sampai 10, rata-rata keinginan responden untuk bekerja di luar negeri mencapai 7,39. Hampir sepertiga (32,7 persen) memberi skor tertinggi.

Gaji Jadi Alasan Utama Kerja di Luar Negeri

Penghasilan yang lebih tinggi menjadi alasan paling banyak dipilih, yakni oleh 78,2 persen dari 913 responden yang ingin bekerja di luar negeri. Berikutnya peluang karier yang lebih luas (48,1 persen) dan keinginan memperoleh pengalaman internasional (38,9 persen).

Sebanyak 37,0 persen menyebut sulitnya mendapat pekerjaan formal di Indonesia. Budaya kerja yang lebih sehat dipilih 32,9 persen, sementara 12,4 persen tertarik pada sistem kerja yang lebih meritokratis.

Survei ini juga menyinggung tagar #KaburAjaDulu yang sempat ramai di media sosial. Menurut Ashma, yang terlihat dari survei bukan rencana pindah permanen, melainkan keinginan mendapat pekerjaan dengan kesejahteraan yang lebih baik.

Mayoritas Berencana Pulang

Responden juga ditanya apakah akan kembali dan menetap di Indonesia jika suatu saat bekerja atau tinggal di luar negeri. Sebanyak 48,6 persen menjawab pasti kembali, dan 29,2 persen kemungkinan besar kembali.

Yang cenderung tidak kembali hanya 10,6 persen. Sisanya, 11,6 persen, belum tahu.

“Hal ini menandakan bahwa kepindahan ke luar negeri sebenarnya sifatnya tidak permanen. Mereka merasa kepindahan ke luar negeri adalah kesempatan untuk memperoleh kesejahteraan yang lebih baik. Kemudian kembali lagi ke Indonesia untuk menghabiskan akhir hayatnya di Indonesia,” ujar Ashma.

KedaiKOPI pun merekomendasikan jalur kembali bagi talenta yang kerja di luar negeri, misalnya lewat fasilitasi penyaluran kerja dan bantuan modal usaha saat mereka pulang.

“Yang terakhir adalah kami menekankan bekerja di luar negeri bukan berarti mereka tidak mau kembali,” tutur Ashma.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *