JAKARTA – Helmy Yahya punya satu masukan jika suatu hari diundang Presiden Prabowo Subianto, yakni soal komunikasi pejabat negara. Sampai sekarang, mantan Direktur Utama TVRI itu mengaku belum pernah diajak berdialog oleh Prabowo.

Hal itu Helmy sampaikan dalam perbincangan dengan pengamat komunikasi politik Hendri Satrio di kanal YouTube Hendri Satrio Official yang tayang Senin (19/10/2026).

Dalam perbincangan itu, Hendri meminta Helmy menyebut pelajaran dari setiap presiden, dari Soekarno sampai Prabowo. Saat tiba di era Presiden ke-7 Joko Widodo, Helmy bercerita panjang.

“Dari Pak Jokowi saya itu jatuh cinta dengan konsep kerakyatannya ya,” kata Helmy.

Menurut dia, Jokowi enak diajak mengobrol dan beberapa kali mengundangnya ke Istana untuk berdialog. Kesempatan menjadi Dirut TVRI pun ia dapat di era Jokowi.

Dalam salah satu pertemuan bersama sejumlah tokoh media di Istana, Helmy mengaku sempat bertanya langsung kepada Jokowi soal pola pergantian kepemimpinan di Indonesia.

“Pak, Pak. Kenapa sih negara kita ini menulis sejarahnya dengan di mana pemimpin yang menggantikan itu agak enggak akur dengan yang digantikan?” tutur Helmy menirukan pertanyaannya.

Ia menyebut pola itu sebagai suksesi pom bensin. Setiap kali pemimpin baru datang, semuanya kembali dinolkan.

Giliran Prabowo, Helmy menahan diri. Ia menilai penilaiannya terhadap Prabowo belum selesai.

“Dan saya belum pernah juga berdialog atau diajak berdialog,” ujarnya.

Saat Hendri bertanya apa yang akan ia sampaikan jika bertemu Prabowo, jawabannya singkat.

“Menurut gua sih komunikasi lah ya,” kata Helmy.

Komunikasi Pejabat yang Memicu Polemik

Menurut Helmy, persoalan komunikasi pejabat terlihat dari sejumlah pernyataan yang menuai polemik. Ia menyebut ada pejabat yang ingin membubarkan Alfamart dan Indomaret, juga imbauan yang mengaitkan berenang dengan kehamilan.

Helmy membandingkannya dengan era Presiden Soeharto. Kala itu, menurut dia, menteri seperti Harmoko dan Moerdiono selalu merujuk pada “petunjuk Bapak Presiden” karena takut salah bicara.

Ia juga menyinggung banjir bandang di Sumatera bagian utara. Kayu gelondongan raksasa menghantam masjid, rumah, dan sekolah. Di tengah duka itu, menurut Helmy, ada anggota DPR yang malah mempersoalkan izin.

“Ada anggota DPR bilang, ‘Eh, itu harus izin.’ Di mana empatimu?” ucapnya.

Helmy menutup perbincangan dengan pesan sederhana. Orang yang tidak banyak tahu, kata dia, sebaiknya tidak banyak bicara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *