JAKARTA – Ketua Yayasan Aman Datuk Madjoindo Boy Rafli Amar menilai cerita-cerita anak karya kakeknya, Aman Datuk Madjoindo, masih relevan untuk membangun karakter bangsa. Ia pun menjajaki dukungan sejumlah lembaga agar karya-karya itu menjadi bahan literasi generasi muda.
Purnawirawan jenderal polisi bintang tiga yang pernah menjabat Kepala Divisi Humas Polri, Kapolda Papua, hingga Kepala BNPT itu menyampaikannya dalam peringatan 130 tahun kelahiran Aman di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Menurut Boy, kisah-kisah yang ditulis pencipta tokoh Si Doel itu sarat nilai yang sejalan dengan karakter bangsa Indonesia dan tetap relevan bagi anak-anak masa kini.
“Karakter bangsa kita yang religius, karakter yang bekerja keras, karakter yang ulet, karakter yang semangat bergotong-royong. Karakter yang cinta pada negara, hormat dan patuh kepada orang tua,” kata Boy.
Nilai serupa juga disinggung Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang hadir di acara yang sama. Fadli menyebut Si Doel Anak Betawi bukan sekadar tontonan, melainkan juga tuntunan.
Karakter Bangsa Lewat Materi Literasi
Agar nilai-nilai itu sampai ke pelajar, keluarga mengetuk pintu Balai Pustaka, Kementerian Kebudayaan, dan kementerian yang membidangi pendidikan. Harapannya, cerita-cerita Aman bisa dipakai di dunia pendidikan.
“Kami mencoba komunikasikan dengan Balai Pustaka, dengan Kementerian Kebudayaan. Tentunya dengan Kementerian Pendidikan yang kita harapkan itu menjadi bagian dari materi literasi membaca edukasi bagi generasi muda Indonesia,” ujarnya.
Langkah itu sejalan dengan dorongan Fadli agar karya Aman diterjemahkan ke berbagai bahasa dan dikembangkan menjadi kekayaan intelektual.
Aman, yang lahir di Solok, Sumatera Barat, pada 1896, pernah memimpin Balai Pustaka sebagai direktur.
Boy menyebut, dari hampir 50 karya peninggalan sang kakek, sekitar 80 persen bertema anak-anak. Kisah-kisah inilah yang kini ingin dikenalkan ulang kepada publik, dengan Si Doel sebagai karya paling menonjol.
“Jadi cerita-cerita tentang anak inilah yang kami informasikan kembali, kami laporkan kembali. Salah satunya adalah tentunya yang menonjol adalah berkaitan dengan Si Doel Anak Jakarta atau Si Doel Anak Betawi,” tuturnya.