BOGOR — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan enam instruksi strategis kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara di Cikeas, Jawa Barat, Rabu (1/1/2026).
Poin-poin arahan Kepala Negara tersebut menegaskan esensi pentingnya memelihara kepercayaan publik, mengeskalasi profesionalisme corps, serta mempertebal sinergi lintas sektor demi menyajikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Pesan pertama yang digarisbawahi Prabowo ialah urgensi menjaga marwah kepercayaan rakyat. Di mata Presiden, amanah dan kepercayaan publik merupakan fondasi kekuatan utama yang wajib didekap oleh setiap personel Polri dalam memanifestasikan tugasnya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Pada poin kedua, Prabowo mengingatkan agar institusi Polri senantiasa hadir secara nyata di tengah-tengah publik dengan mengedepankan pendekatan yang humanis.
Menurutnya, aparat kepolisian harus responsif saat rakyat membutuhkan bantuan, bersedia menyerap aspirasi warga, memberikan jaminan rasa aman, serta menjauhkan diri dari segala tindakan yang menyusahkan rakyat.
Aspek penegakan hukum yang adil serta menjunjung tinggi integritas menjadi pesan ketiga yang dilemparkan Prabowo. Mantan Menteri Pertahanan ini menginstruksikan seluruh barisan personel Polri untuk bernyali dalam membela kebenaran, mengulurkan perlindungan bagi kaum yang lemah, serta menunaikan kewajiban profesional mereka tanpa menyisakan rasa takut kepada pihak mana pun selain kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Selanjutnya pada pesan keempat, Prabowo mendorong Polri untuk tidak gagap teknologi dan terus memacu kompetensi diri melalui penguasaan ilmu pengetahuan, pemanfaatan inovasi teknologi, hingga penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Langkah ini dinilai krusial lantaran lanskap kejahatan masa kini dan masa depan hanya dapat dihalau oleh jajaran aparat yang cerdas, adaptif, mengedepankan literasi, dan konsisten belajar.
Untuk pesan kelima, Kepala Negara menitikberatkan pada penguatan sinergi lintas sektoral. Prabowo memandang Polri tidak bisa berdiri mandiri dalam menuntaskan problem keamanan, melainkan harus merajut kolaborasi yang solid bersama TNI, jajaran pemerintah, tokoh masyarakat, ulama, kalangan akademisi, media massa, pelaku dunia usaha, hingga segenap elemen bangsa lainnya.
Terakhir atau pesan keenam, Prabowo mengajak seluruh institusi Polri untuk terus konsisten mengevaluasi dan membenahi diri. Caranya dengan memupuk sikap yang rendah hati, membuka ruang lebar-lebar terhadap kritik, serta memiliki keberanian melakukan reformasi struktural demi kemajuan internal organisasi.
Apresiasi Langkah Pembenahan Kapolri
Dalam momentum peringatan Hari Bhayangkara ini, Presiden Prabowo tidak lupa menyematkan apresiasi yang tinggi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta segenap jajaran kepolisian atas kerja keras dan langkah pembenahan korps yang terus berjalan secara berkesinambungan.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Kapolri beserta seluruh jajarannya yang terus melakukan pembenahan organisasi, meningkatkan profesionalisme, meningkatkan disiplin, memperkuat pelayanan publik, dan membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa,” ucap Prabowo.
Menutup pidato arahannya, Presiden mengajak seluruh insan korps baju cokelat tersebut untuk senantiasa memelihara kehormatan institusi serta menaruh urusan pengabdian kepada negara dan rakyat Indonesia di atas segalanya.
“Jagalah kehormatan Kepolisian Republik Indonesia. Dan yang paling penting, jagalah bangsa dan rakyat Indonesia,” tegas Prabowo.
Rangkaian Unjuk Kemampuan dan Expo Alutsista
Upacara puncak peringatan HUT ke-80 Bhayangkara yang mengusung tema Polri Presisi Menuju Indonesia Maju ini dihelat secara khidmat di Satuan Latihan (Satlat) Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, dengan Presiden Prabowo bertindak langsung sebagai inspektur upacara.
Rangkaian perayaan hari jadi kepolisian ini sebenarnya telah bergulir sejak Mei lalu melalui beragam aksi sosial dan kultural. Beberapa di antaranya meliputi aksi bakti sosial, layanan bakti kesehatan, capaian prestasi kinerja, anjangsana, zikir dan doa bersama lintas keyakinan, aneka perlombaan, pekan olahraga, hingga pagelaran kesenian wayang kulit sebagai wujud nyata pelestarian budaya nasional.
Tepat pada puncak acara 1 Juli 2026, Korps Bhayangkara menyuguhkan rentetan atraksi menarik bagi publik, mulai dari parade pasukan, penganugerahan tanda kehormatan, peragaan kecakapan personel, defile, hingga gelaran syukuran.
Tak hanya itu, masyarakat yang hadir juga disuguhkan Expo Alat Utama dan Alat Khusus (Alutsista dan Alsus) hasil rakitan industri dalam negeri yang dapat disaksikan secara langsung.