Pemerintah Targetkan Sisa BUMN Maksimal 300 Perusahaan pada Akhir 2026

Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, (14/8)/ (Foto: Tangkapan layar YouTube TV Parlemen).

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengambil langkah tegas dengan menutup sebanyak 290 Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Keputusan radikal ini diambil sebagai bagian dari agenda restrukturisasi masif untuk membenahi tata kelola perusahaan milik negara.

Prabowo menegaskan bahwa langkah perampingan tersebut didasari oleh banyaknya BUMN yang dinilai tidak produktif serta terus menerus menggerus keuangan negara.

Bahkan, ia menyoroti praktik penyajian laporan keuangan yang kerap dimanipulasi seolah-olah mencatatkan deviden dan profit.

“Kalau saya laporkan semuanya, saya takut rakyat kita marah semuanya. Terlalu banyak BUMN yang tidak produktif, rugi terus laporannya untung. Ngarang aja itu untungnya itu,” kata Prabowo dalam pidato dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI, Jumat (14/8/2026).

Presiden menggarisbawahi bahwa karut-marut pengelolaan BUMN ini kian kompleks lantaran melibatkannya kemitraan dengan pihak eksternal. Oleh sebab itu, pembersihan total menjadi harga mati demi menyetop celah kerugian negara.

“Kita kena masalah, karena banyak perusahaan-perusahaan asing kan juga kerja sama dengan BUMN kita. Jadi kita harus menghilangkan ini, permainan-permainan ini,” ujarnya.

Melalui strategi perampingan ini, pemerintah menargetkan penyusutan entitas BUMN secara signifikan hingga akhir tahun.

“Tapi saya dengan bangga hari ini saya mau melaporkan kepada majelis yang terhormat, hari ini kita telah menutup 290 BUMN. Pada Desember 31 2026 kita targetkan hanya akan memiliki paling banyak 300 BUMN. 750 BUMN lebih akan kita tutup,” ungkapnya.

Fokus BUMN Produktif dan Penghematan Anggaran Rp 50 Triliun

Presiden menggarisbawahi bahwa ke depan, negara hanya akan memelihara entitas BUMN yang sanggup memberikan kontribusi nyata serta dampak ekonomi positif bagi kesejahteraan publik.

“Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah untuk rakyat akan kita pertahankan,” tegas Prabowo.

Baca juga: Prabowo Ingin Anugerahi Bintang Kehormatan untuk Pimpinan Danantara

Prabowo mengklaim program rasionalisasi ini mencatatkan rekor sebagai salah satu reformasi korporasi terbesar di tingkat global yang berdampak langsung pada pemangkasan beban operasional negara.

“Ini mungkin adalah restrukturisasi korporasi terbesar di dunia. Dengan perampingan jumlah BUMN hari ini saja kita telah menghemat biaya overhead sekitar Rp50 triliun,” kata Prabowo.

Penghematan fantastis tersebut berhasil ditekan dari eliminasi pos anggaran overhead, seperti gaji serta fasilitas jajaran direksi hingga operasional dinas.

“Hanya dari gaji direksi, komisaris, sewa gedung, sewa mobil, perjalanan dinas bla bla bla bla, kita sudah menghemat Rp50 triliun lebih,” ujarnya.

Alokasi Efisiensi untuk Sektor Publik

Pemerintah memproyeksikan angka efisiensi anggaran bakal terus melonjak seiring berjalannya proses penataan hingga penutupan buku tahun 2026.

“Target kita Desember 31, target kita, kita harus menghemat Rp70 triliun lebih,” kata Prabowo.

Baca juga: Sempat Hampir Pailit, Presiden Prabowo Sebut Garuda Indonesia Berhasil Diselamatkan

Ia menguraikan bahwa dana penghematan bernilai puluhan triliun rupiah tersebut nantinya dialihkan langsung untuk membiayai program-program krusial yang bersentuhan dengan kebutuhan dasar masyarakat, seperti perbaikan fasilitas kesehatan, perbaikan sekolah rusak, hingga penyediaan hunian rakyat.

“Kita bisa bayangkan dengan Rp50 triliun berapa Puskesmas bisa kita perbaiki, berapa sekolah bisa kita renovasi, berapa rumah untuk rakyat kita bisa kita berikan,” tuturnya.

Di akhir pemaparannya mengenai sektor BUMN, Kepala Negara menyampaikan apresiasi atas eksekusi teknis restrukturisasi yang dikawal oleh jajaran pengelola investasi nasional.

“Untuk itu saya memberi penghargaan khusus kepada pimpinan dari Danantara dengan seluruh timnya seluruh jaringannya,” pungkas Prabowo.

Baca juga: Presiden Prabowo Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Reformatif Tembus 6 Persen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *