Lengkap! Ini Isi Pidato Kenegaraan Prabowo di Sidang Tahunan MPR

Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, (14/8)/ (Foto: Tangkapan layar YouTube TV Parlemen).

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI.

Dalam pidatonya, Prabowo membahas banyak hal, seperti membahas realisasi kebijakannya hingga juga arah-arah pemerintahannya ke depan.

Berikut isi lengkap pidato kenegaraan Prabowo Subianto di Sidang Tahunan MPR:

Pertama-tama sebagai insan yang bertakwa marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Besar, Tuhan Yang Maha Esa. Allah SWT, atas rahmat dan karunia-Nya, hari ini kita dapat hadir pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI Tahun 2026 dalam keadaan sehat, damai, dan penuh semangat pengabdian.

Pagi ini saya kembali berdiri di aula yang terhormat ini, di aula yang sama tempat saya telah ucapkan sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia dan saudara Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.

Pada hari itu, 20 Oktober 2024, di hadapan majelis terhormat, di hadapan seluruh rakyat Indonesia, dan yang paling penting di hadapan Tuhan Yang Mahakuasa, saya telah bersumpah akan menjalankan kepemimpinan negara dan bangsa dengan tulus dan jujur; mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia, termasuk mereka yang tidak memilih saya.

Untuk menunaikan janji-janji yang saya telah ucapkan, dan menunaikan sumpah saya sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah pimpin Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia selama 21 bulan dengan empat pedoman utama:

Pertama, kami bekerja untuk menjaga dan melaksanakan perintah-perintah Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

Kedua, kami bekerja untuk menjaga, menjalankan dan melindungi kepentingan inti nasional yang vital. The core and vital national interests. Hal ini termasuk menjaga kekayaan bangsa Indonesia, agar dapat sepenuhnya dimanfaatkan untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.

Ketiga, kami bekerja untuk mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Keempat, dalam bekerja, kami selalu beriorientasi kepada kepentingan rakyat dan kepentingan anak-anak mereka dan cucu-cucu mereka.

Hari ini, 21 bulan sejak sumpah itu saya ucapkan, saya kembali ke hadapan Majelis ini. Saya kembali untuk menyampaikan apa yang telah kita kerjakan; apa yang mulai kita lihat hasilnya; dan apa yang masih harus kita selesaikan.

Saya belum bisa mengatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah selesai, atau bahwa seluruh janji yang saya ucapkan telah tertunaikan. Belum.

Tetapi, dalam waktu kurang dari dua tahun, kita telah buktikan bahwa dengan keberanian mengambil keputusan, dengan kerja keras, didasari hati yang tulus, kehendak yang jelas, orientasi kepada dan gotong royong seluruh unsur bangsa, masalah-masalah yang selama puluhan tahun dianggap sangat rumit, atau terlalu rumit dapat kita mulai diselesaikan.

Saya tidak mengatakan selesai, tapi kita mulai selesaikan.

Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, Pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara. Sebagian masalah-masalah itu telah berpuluh tahun tidak bisa kita selesaikan.

Artinya, kita bisa mengatakan bahwa kita telah memutuskan satu kebijakan transformatif setiap lima hari.

Demikian kerasnya menteri-menteri saya dan pembantu-pembantu saya telah bekerja, beberapa diantara mereka terpaksa masuk rumah sakit, ada yang pingsan, ada yang operasi, banyak yang kecapekan. Saya berjanji kepada mereka bahwa dalam sisa masa jabatan saya ini, saya akan memberi lebih banyak waktu istirahat untuk mereka dan mereka menjawab janji tinggal janji.

Demikian bukti kesungguhan dari pemerintah yang saya pimpin. Menurut pembantu-pembantu saya dalam kalender saya tidak ada hari merah.

Yang ingin saya sampaikan kita menerima amanah itu dengan penuh kehormatan. Tugas dari rakyat adalah kehormatan yang mulia bagi kita. Karena itu kita akan bekerja dengan sekeras-kerasnya.

Kita akan habis-habisan bekerja untuk rakyat dan bangsa kita.

Dan karena kebijakan-kebijakan kita dan kerja keras kita swasembada pada pangan yang dahulu kita targetkan tercapai dalam empat tahun ternyata berhasil kita capai dalam waktu satu tahun.

Di tengah dunia sekarang yang sangat khawatir terhadap kelaparan masal akibat kesulitan pangan dan cuaca yang tidak menentu. Kita, alhamdulillah, dapat saya laporkan di majelis ini soal pangan, soal makanan untuk rakyat Indonesia kita berada dalam keadaan aman dan kita akan mampu menghadapi tantangan-tantangan termasuk tantangan El Nino, yang katanya tahun ini El Nino akan berarti El Nino yang paling paling dahsyat.

Kita telah mencapai itu dengan keberanian menghadapi masalah, 145 aturan penyaluran pupuk telah kita hilangkan. Harga pupuk berhasil kita turunkan 20 persen. Hal ini terjadi pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia. Pertama kali harga pupuk dapat kita turunkan kepada rakyat.

Tetapi, pada saat yang bersamaan harga turun, tapi volume ketersediaan pupuk tambah untuk rakyat kita. Sehingga rakyat kita sekarang mudah mendapatkan pupuk. Dan karena itulah produksi meningkat dan karena itulah juga kita lebih cepat mencapai suasana pangan.

Pada saat yang bersamaan keuntungan PT Pupuk Indonesia, perusahaan negara BUMN, keuntungannya naik 252,8 persen. Harga pupuk turun, volume tambah, tapi keuntungan bagi PT Pupuk Indonesia naik 252,8 persen.

Ini adalah akibat kerja tim yang membantu saya, Menteri Pertanian dengan seluruh jajarannya para penyuluh pertanian didukung oleh banyak kementerian lain didukung oleh Pemda, didukung oleh TNI dan Polri semuanya ini dengan semangat gotong royong kita telah mencapai suatu prestasi yang diakui oleh dunia.

Karena itu, tahun ini kita sudah swasembada delapan komoditas pangan. Kita telah swasembada beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Saudara saudara kita masih belum swasembada daging itu akan kita kerjakan yang insyaallah bisa kita capai dalam 5 sampai 6 tahun ke depan.

Janji swasembada energi, sekarang sudah kita mulai wujudkan dengan pertama kali swasembada BBM jenis solar, kita berhasil produksi diesel dengan B50 dari kelapa sawit. Sehingga mulai tahun ini, mulai 1 Juli 2026, kita tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri, dan kita berhasil menghemat devisa Rp170 triliun, sekitar 9,5 milyar dolar Amerika tidak lagi harus kita kirim ke luar negeri.

Saudara-saudara sekalian janji makanan bergizi, bantuan sosial digital, dan hilirisasi tidak lagi menjadi rencana di atas kertas. Semuanya telah berjalan dan manfaatnya mulai dirasakan rakyat.

Ini bukan alasan untuk kita berpuas diri. Ini rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi. Karena kita sadari, kemerdekaan bukan hanya apa yang kita proklamasikan. Kemerdekaan adalah apa yang dapat dirasakan rakyat.

Delapan puluh satu tahun yang lalu, para pendiri bangsa mewariskan kepada kita sebuah negara dan sebuah cita-cita: Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur; Indonesia yang kekayaannya dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat dan tidak lagi hanya dinikmati oleh segelintir orang saja.

Saya tidak menerima mandat dari rakyat untuk menjelaskan mengapa masalah tidak dapat diselesaikan. Saya menerima mandat dari rakyat justru untuk menyelesaikan masalah-masalah dan mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat.

Kami memilih mengambil keputusan yang sulit pada hari ini daripada mewariskan masalah yang lebih berat lagi dan lebih rumit lagi kepada generasi penerus kita.

Saudara-saudara sekalian, pembangunan bangsa bukan pekerjaan Presiden seorang diri. Bukan pekerjaan hanya pemerintah. Republik ini dibangun oleh kerja bersama seluruh lembaga negara, pemerintah pusat dan daerah, serta seluruh elemen dari masyarakat, seluruh rakyat Indonesia.

MPR RI terus menjalankan perannya sebagai Rumah Kebangsaan, memperkuat literasi konstitusi, merawat Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Demokrasi tidak boleh berhenti pada prosedur pemilihan. Demokrasi harus memenuhi hak dasar rakyat dan berpegang kepada semua pasal-pasal di Undang Undang Dasar kita.

DPR RI bersama pemerintah telah menyelesaikan dan mengundangkan 13 rancangan undang-undang sampai bulan Juli 2026. Salah satunya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga, pengakuan bahwa setiap pekerjaan memiliki martabat dan setiap pekerja berhak memperoleh perlindungan.

DPD RI telah menghimpun 10.883 aspirasi dari 38 provinsi dan membawanya ke dalam dialog dengan Bappenas sebagai masukan bagi Rencana Kerja Pemerintah 2027. DPD juga terus memperjuangkan Rancangan Undang-Undang Daerah Kepulauan yang kini memasuki pembahasan tripartit bersama DPR dan pemerintah. Insyaallah akan selesai.

Mahkamah Agung pada tahun 2025 menangani 38.148 perkara dan berhasil memutuskan 37.973 perkara, dengan demikian produktivitas 99,54 persen. Sebanyak 96,74 persen perkara diselesaikan dalam waktu kurang dari 3 bulan. Ini adalah capaian ketepatan waktu tertinggi sepanjang sejarah Mahkamah Agung. Kita beri penghargaan untuk Ketua Mahkamah Agung dan jajarannya.

Sesungguhnya, keadilan yang terlambat adalah ketidakadilan yang dipanjangkan.

Mahkamah Konstitusi sepanjang 2025 telah menangani 701 perkara dan permohonan, termasuk 334 perselisihan hasil pemilihan kepala daerah. Sebanyak 598 perkara dan permohonan telah diputus.

Sampai dengan 23 Juli 2026, 84,51 persen permohonan ke MK diajukan secara daring, sehingga warga dari Aceh sampai Papua tidak harus selalu datang ke Jakarta.

BPK menjaga agar setiap rupiah uang rakyat digunakan dengan benar dan tepat. Sepanjang 2025, rekomendasi hasil pemeriksaan BPK telah menghasilkan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp112 triliun.

Kepercayaan dunia kepada auditor Indonesia juga meningkat. BPK terpilih menjadi Ketua International Organization of Supreme Audit Institutions, INTOSAI periode 2028-2031, dan anggota United Nations Board of Auditors periode 2026-2032.

Komisi Yudisial pada Januari sampai Juni 2026 menerima 1.402 laporan masyarakat dan 622 permohonan pemantauan persidangan. Komisi Yudisial telah mengusulkan sanksi kepada 121 hakim yang terbukti melanggar kode etik, termasuk 14 sanksi sedang dan 17 sanksi berat.

Kita harus menjaga supremasi hukum dan kemandirian hakim. Pemerintah terus berusaha untuk meningkatkan taraf hidup hakim, tapi kemandirian tidak berarti tanpa akuntabilitas hakim.

Saudara-saudara mengenai masalah hakim pemerintah telah berhasil menaikkan remunerasi hakim, untuk hakim-hakim yang paling junior penghasilan mereka telah naik 280 persen, tertinggi dalam beberapa dasarwarsa.

Sekarang penghasilan hakim-hakim kita terutama yang junior berada di atas rata-rata ASEAN. Bahkan Ketua Mahkamah Agung telah melaporkan kepada saya bahwa penghasilan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia sekarang lebih tinggi dari penghasilan Ketua Mahkamah Agung Singapura. Beliau yang laporkan kepada

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, kita kita harus memperkuat lembaga-lembaga yudikatif. Karena para hakim mahkamah-mahkamah kita adalah benteng terakhir keadilan, adalah benteng terakhir di mana rakyat menuntut berharap bisa mendapat keadilan. Bahwa supremasi hukum dan keadilan tidak hanya untuk orang yang kuat, tapi rakyat kita yang paling tidak berdaya, harus bisa mendapat keadilan di mahkamah-mahkamah kita, di pengadilan-pengadilan kita

Saudara-saudara sekalian, kita mengetahui dunia sedang menghadapi konflik geopolitik, perang dagang, perang terbuka di Eropa, di Timur Tengah, dan berbagai tempat lain di dunia.

Seluruh dunia mengalami gangguan rantai pasok dan tekanan ekonomi, dalam keadaan seperti ini Indonesia harus semakin mampu berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita harus bisa mandiri, kita tidak boleh tergantung pasokan-pasokan dari luar karena kalau situasi tiba-tiba berubah ke arah yang lebih jelek, kita tetap harus survive.

Alhamdulillah, karena kerja keras kita, karena kepercayaan rakyat kepada pemerintah, di tengah ketidakpastian global, investasi tetap tumbuh. Sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai Rp1.931 triliun dan telah menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.

Pada semester pertama 2026 ini saja, realisasi investasi mencapai Rp1.010 triliun dan telah menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja.

Ekonomi kita pada kuartal pertama tahun 2026 tumbuh 5,61 persen, dan pada semester pertama tahun 2026 tumbuh 5,45 persen. Ini adalah pertumbuhan kuartal pertama dan pertumbuhan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir.

Dengan kebijakan kebijakan yang tepat, yang rasional yang menggunakan akal sehat, saya yakin pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun ini bisa mencapai angka 6 persen. Tetapi saya tegaskan di hadapan majelis ini, bagi saya pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir, tujuan kita adalah kesejahteraan rakyat kita.

Pertumbuhan tinggi tidak bisa dinikmati oleh rakyat kita, kebanyakan tidak bermanfaat bagi kita. Setiap rupiah investasi harus menciptakan pekerjaan harus menghasilkan perbaikan kualitas hidup rakyat kita, terutama rakyat kita yang paling bawah.

Itulah orientasi pemerintah yang saya pimpin, kita tidak boleh meninggalkan mereka yang tidak berdaya, kita tidak boleh membiarkan kelaparan ada di bumi Indonesia. Republik Indonesia anggota G20 itu tidak pantas masih ada rakyat kita yang lapar

Saudara-saudara sekalian, bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu memberi makan rakyatnya sendiri. Ketika kami menerima mandat, petani masih menghadapi pupuk yang sulit diperoleh, harga gabah yang jatuh setiap saat panen, aturan yang berbelit-belit.

Kita harus berani menghadapi kesulitan dan masalah ini dan dengan demikian walaupun kita tidak menyalahkan siapapun, kita melangkah dengan mencari solusi. Birokrasi tidak boleh menghambat keputusan yang baik, kita harus mengakui masalah bangsa kita adalah antara lain masalah birokrasi yang berbelit-belit, birokrasi yang tidak bekerja dengan efisien.

Para birokrat yang sering menggunakan jabatan dan wewenangnya untuk memperkaya diri, memperkaya keluarganya dan memperkaya kelompoknya, ini harus kita berantas, bukan kita tutup-tutupi.

Era sekarang era digital, era informasi, tidak ada gunanya kita tutup-tutupi justru kita harus selesaikan masalah ini dan ini membutuhkan persatuan di antara semua pemimpin dan kelompok politik. Karena birokrasi yang tidak efisien, birokrasi yang korup akan menghancurkan suatu bangsa. Negara harus memudahkan rakyat, bukan mempersulit.

Kalau saya bicara, saya tidak hanya bicara kepada pemerintah pusat, justru saya bicara juga kepada pemerintah daerah, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten. Tanya rakyat, dengarkan suara rakyat, mereka yang pertama akan menyampaikan bahwa sering program-program tidak sampai ke rakyat

Hari ini hadir di tengah-tengah kita, saudara Bapak Joko Purnomo, Ketua Kelompok Tani Sri Makmur dari Desa Purwosari, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Pak Joko telah 20 tahun bertani. Dengan air, teknologi, dan pupuk yang disediakan oleh pemerintah, ia mampu panen tiga kali setahun dengan produktivitas sampai 9 ton padi per hektare. Penurunan harga pupuk 20 persen ikut memangkas biaya produksinya.

Mana Pak Joko? Kita tepuk tangan untuk Pak Joko, sebagai wakil dari para petani Indonesia, para pahlawan bangsa, produsen pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kita boleh punya tentara yang paling hebat, boleh punya pesawat terbang yang canggih, kalau tidak ada makan, saya kira bangsa ini berhenti saja sebagai bangsa.

Kerja keras petani, penyuluh, pemerintah daerah saya katakan, semua unsur TNI Polri, terima kasih. Koperasi, BUMN Pangan terima kasih atas kerjasama dan gotong royong saudara-saudara. Kita telah menghasilkan capihan yang besar dan kita kadang-kadang harus menyadari bahwa bangsa kita mampu mencapai hal-hal yang besar dan jangan kita selalu rendah diri. jangan selalu kita kalah sebelum bertarung.

Saudara-saudara sekalian, dalam satu tahun terakhir ini Indonesia mencapai suasembada delapan komunitas pangan dan dengan demikian kita menyadari bahwa capaian kita cukup membanggakan. Kita masih belum swasembada bawang putih, kita berjuang agar dalam tiga tahun kita bisa mencapai swasembada bawang putih, yang saya sebutkan tadi daging masih belum, daging sapi yang belum, daging kerbau juga belum. Tapi daging ayam sudah. Pada dasarnya sebetulnya untuk protein sebenarnya kita sudah swasembada, yaitu protein dari ikan, protein dari telur, protein dari daging ayam.

Saudara-saudara di hari ini tadi sudah saya menyampaikan penghargaan khusus kepada mereka-mereka yang telah bekerja keras sehingga kita bisa mencapai swasembada pangan. Saudara-saudara selain itu kita juga sudah berhasil mencapai capaian-capaian berarti di sektor-sektor lain.

Di bidang perikanan kita sedang membangun Kampung Nelayan Merah Putih yang akan dilengkapi pelabuhan, dermaga, tempat pelelangan ikan, penyimpanan ruang dingin, bengkel, pengolahan hasil laut, perumahan dan fasilitas sosial. Hari ini 100 Kampung Nelayan telah kita bangun target kita 1386 kampung nelayan akan berdiri dan berfungsi pada akhir Desember 2026.

Laut Indonesia harus menjadi sumber kemakmuran nelayan Indonesia. Nilai perikanan kita setiap tahun adalah sekitar 34 miliar dolar. Baru hanya mungkin 5 persen yang dapat kita nikmati, sisanya diambil oleh kapal-kapal negara lain tanpa izin.

Kita bayangkan berapa nilai yang kita hilang tiap hari, tiap malam. Kita juga harus membangun armada kapal ikan yang modern, kita butuh belasan ribu kapal. Ini tantangan berat tapi kita harus mulai. Pada tahun 2027 akan datang kita targetkan, kita akan mulai membangun 1.582 kapal ikan modern

Saudara-saudara sekalian, juga sudah tadi kita singgung dalam rangka memperkuat ekonomi rakyat dari bawah kita juga membangun Koperasi-Koperasi Desa Merah Putih. Hari ini kita telah berhasil mendirikan dan mengoperasikan 10.000 Koperasi Merah Putih. 3.300 diantaranya operasi secara optimal dan target kita akhir tahun 2026, harus 30.000 Koperasi Merah Putih berdiri dan beroperasi dengan baik.

Saudara-saudara sekalian dengan Koperasi Merah Putih ini untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia dari sejak kita menerima kedaulatan, untuk pertama kali negara akan menguasai rantai pasok sendiri sehingga tidak bisa kita dipermainkan oleh saudagar-saudagar yang hendak mempermaikan pasar.

Kita tidak antipasar, tidak bisa kita antipasar. Ekonomi adalah didasarkan atas bergeraknya pasar, tapi pasar bisa dimanipulasi, pasar bisa dirusak, pasar bisa diatur oleh mereka yang menguasai modal besar dan karena itu rakyat kita harus kita bantu, kita harus organisir, kita harus berdayakan melalui koperasi. Koperasi yang dibantu, koperasi yang diperkuat, koperasi yang diberdayakan.

Saudara-saudara sekalian,semua barang-barang subsidi akan disalurkan melalui Koperasi Merah Putih sehingga barang-barang subsidi tidak boleh dan tidak bisa diperdagangkan. Subsidi adalah barang uang rakyat, barang yang disubsidi disubsidi oleh uang rakyat ,untuk rakyat dan bukan dagangan.

Saudara-saudara, BUMN adalah milik seluruh rakyat Indonesia, BUMN tidak boleh milik direksi, bukan milik komisaris, bukan pula sumber dana bagi penguasa. Maaf agak terlalu semangat.

Ketika kita bentuk Danantara, itu adalah dana kedaulatan kita, kita menemukan bahwa ada 1.074 BUMN dan BUMN-BUMN itu ada yang punya anak perusahaan dan ada yang punya cucu perusahaan, bahkan ada yang punya cicit perusahaan. Ini luar biasa, saya mengira BUMN itu adalah 300 atau 400, dan BUMN-BUMN ini kadang-kadang bekerja seenaknya, tidak bertanggung jawab kepada bangsa, kepada negara, pemerintah tidak dianggap, saya tidak paham bagaimana bisa terjadi seperti ini.

Mungkin harus kita bentuk suatu pengadilan ad hoc khusus untuk kita usut, untuk kita usut pengurus-pengurus direksi 30 tahun ke belakang mungkin.

Tapi, saya juga akan menghadapi majelis, saya akan menghadapi DPR, saya akan minta kalau perlu kita memberi juga peluang semacam amnesti khusus untuk mereka yang tobat, mereka yang sadar, mereka yang mengakui. Nah ini saya serahkan kepada wakil-wakil rakyat untuk memutuskan.

Kalau saya laporkan semuanya, saya takut rakyat kita marah. Saudara-saudara terlalu banyak BUMN yang tidak produktif, rugi terus, laporannya untung, ngarang aja itu untungnya. Kita kena masalah karena banyak perusahaan-perusahaan asing kan juga kerjasama dengan BUMN kita, jadi kita harus menghilangkan ini, permainan-permainan ini.

Tapi, saya dengan bangga hari ini, saya mau laporkan kepada majelis yang terhormat, hari ini kita telah menutup 290 BUMN. Pada Desember 31, 2026, kita targetkan hanya akan memiliki paling banyak 300 BUMN, 750 BUMN lebih akan kita tutup. Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah untuk rakyat akan kita pertahankan. Ini mungkin restrukturisasi korporasi terbesar di dunia.

Dengan perampingan jumlah BUMN hari ini saja kita telah menghemat biaya overhead sekitar Rp50 triliun, hanya dari gaji direksi, komisaris sewa gedung, sewa mobil perjalanan, dinas, blablabla kita sudah menghemat Rp50 triliun rupiah lebih. Target kita pada Desember 31, target kita kita harus menghemat 70 triliun rupiah

Kita bisa bayangkan dengan 50 triliun berapa puskesmas bisa kita perbaiki, berapa sekolah bisa kita renovasi, berapa rumah untuk rakyat kita bisa kita berikan. Jadi saudara-saudara sekalian untuk itu saya memberi penghargaan khusus kepada pimpinan dari Danantara, dengan seluruh timnya, seluruh jaringannya, silahkan berdiri. Kita tepuk tangan.

Juga tim pertanian, tim ekonomi saya minta berdiri semua. Saya minta majelis memberi penghargaan ke mereka tim ekonomi juga. Menteri keuangan, menteri ekonomi. Kalau menteri keuangan senyum, saya merasa aman, tapi kalau saya umumkan subsidi tambah, mengkerut beliau.

Saudara-saudara, akhir tahun lalu, kita telah tutup 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung, 1.000 tambang ilegal. Saya telah minta Panglima TNI dan Kapolri untuk usut, masa seribu tamban, pejabat TNI dan pejabat Polri gak tau.

Kapolri dan Panglima TNI usut untuk apa negara kasih pangkat kasih jabatan mereka-mereka kalau gak bisa tertibkan ini. Saya bicara atas nama rakyat Indonesia, ini wakil-wakil rakyat semua di sini.

Pemimpin yang baik, komendan yang baik adalah yang berani menertibkan anak buahnya sendiri. Kadang-kadang kita sedih, anak buahnya kita sayang, yang baru saja kita beri bintang, naikkin pangkat harus kita tindak. Tapi demi rakyat, demi negara, demi bangsa harus kita lakukan.

Saya sadar saya disumpah di sini, saya tidak bisa mengizinkan perasaan saya harus menentukan kebijakan saya. Saya harus menentukan kebijakan saya atas dasar kepentingan rakyat Indonesia. Karena itu saya minta bener-bener Panglima TNI dan Kapolri usut. Tidak mungkin seribu tambang berjalan ilegal tanpa pejabat kepolisian dan pejabat polisi.

Tapi Menteri Keuangan usut bea cukai juga. Iya kan? Bakamla, tugasmu jaga itu penyelundupan, kenapa masih banyak penyelundupan di situ.

Sebab tidak ada masalah, kita justru menantang mereka berbuat yang terbaik mereka itu anak-anak kita. Tapi harus kita berani tegakkan kebenaran. Rakyat kita sekarang tidak mau terima ketidakadilan, tidak mau melihat lagi penyelewengan, mereka bukan bodoh, mereka pinter.

Orang yang paling rendah paling tidak berdaya sudah punya gadget-gadget semua.

Saudara-saudara bayangkan dalam dalam 6 bulan pertama tahun 2026 ini, PP Timah telah mencapai keuntungan Rp2,7 triliun, 9 kali lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Artinya naik 900 persen, dalam enam bulan naik keuntungan 900 persen. Karena PT Timah adalah TBK, PT Timah valuasinya sekarang naik 280 persen di bulan Agustus 2026 dibanding Agustus 2025 lalu.

Saudara-saudara yang mungkin punya saham di PT Timah berarti kekayaannya naik 300 persen. Sayang kepala BP Dantaranta tidak memberi proyeksi kepada kita, kalau tidak kita borong itu saham PT Timah.

Pembenahan BUMN kita lakukan secara besar-besaran. Di enam bulan pertama tahun 2026 ini, untung bersih PT Semen Indonesia naik 408,9 persen, untung bersih PT Pupuk Indonesia naik 252,8 persen, untung bersih PT Pertamina naik 86 persen, untung bersih Pegadaian naik 84,4 persen, untung bersih Pelindo naik 60,4 persen, dan untung bersih PTPN naik 54,4 persen.

Garuda Indonesia yang hampir dipailitkan, yang puluhan pesawatnya di-grounded tidak bisa diperbaiki, kini kita berhasil me-reaktivasi pesawat-pesawat yang grounded. Pada Juni 2026, total pesawat yang berhasil kita reaktivasi bertambah 20 pesawat, menjadi 104 pesawat.

Garuda Indonesia yang sudah sekian tahun rugi, sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung. Kalau kemarin tidak terjadi perang di Timur Tengah, sesungguhnya bulan Juli ini Indonesia sudah untung, kita sekarang berharap di awal tahun 2027 mereka sudah mulai untung.

Saudara-saudara, saya juga sudah ingatkan di sini, saya tidak mau toleransi permainan angka, dengan laporan palsu. Kita harus dapat angka-angka yang benar, yang tepat. Walaupun kadang-kadang pahit.

Kita telah mengoreksi laporan dari banyak BUMN, setelah kita koreksi hasil BUMN tahun 2024 menjadi Rp186 triliun, dividen BUMN di tahun 2024 adalah Rp85,5 triliun.

Karena perbaikan-perbaikan yang kita kerjakan pada tahun 2025 keuntungan BUMN mencapai Rp326 triliun rupiah, naik 75,3 persen dari tahun 2024. R326 triliun rupiah ini adalah keuntungan tanpa permainan angka, dividen BUMN yang disetor tahun 2025 mencapai Rp142,3 triliun naik 67 persen dari tahun 2024

Namun, tentu lebih tepat angka dividen BUMN dilihat secara net dengan penanaman modal negara atau PMN yang diberikan dari APBN ke BUMN pada tahun yang sama.

Pada tahun 2024, dividen BUMN dikurangi PMN adalah Rp53 triliun. Tahun 2025, dividen BUMN dikurangi PMN adalah Rp138 triliun, naik 160 persen.

Dividen BUMN di tahun 2026 ini diproyeksikan kembali naik sampai dengan 200 triliun, tanpa ada PMN. Artinya, dari 2024 ke 2026, naik dari Rp53 triliun ke Rp200 triliun, atau bisa dikatakan empat kali lebih besar. 400 persen meningkatnya, tanpa PNM.

Saudara-saudara ini membuktikan dengan manajemen akal sehat, dengan niat tidak menipu, keberhasilan kita bisa datang dengan cepat. Sekali lagi saya apresiasi manajemen dan pimpinan Danantara. Saya kira pantas pimpinan Danantara nanti mendapat bintang kehormatan yang pantas di suasana Hari Kemerdekaan ini.

Apakah majelis menyetujui? Pantas tidak mereka mendapatkan tanda kehormatan? Pantas tidak?

Keuntungan BUMN sekarang digunakan untuk mempercepat upaya hilirisasi kita. Dengan Danantara, kita sudah ground breaking 13 proyek hilirisasi pada tanggal 6 Februari 2026, dan 13 lagi proyek hilirisasi pada tanggal 29 April 2026.

Proyek-proyek seperti pengolahan batu bara menjadi DME menggantikan LPG, hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, dan smelter alumina menjadi aluminum menghasilkan puluhan ribu lapangan kerja baru. Belum lagi proyek-proyek waste to energy yang telah juga kita mulai.

Keuntungan BUMN juga sekarang kita gunakan untuk percepat upaya downstreaming kita dengan upstreaming. Kita juga akan membeli beli perusahaan-perusahaan terbaik dunia, untuk kita bisa dapat teknologinya, IP-IP-nya, kita bisa dapat manajemen yang terbaik, kita bisa dapat pasarnya, kita bisa dapat pengalaman mereka sehingga nanti ekonomi kita akan kuat.

Saudara-saudara, sebagai contoh untuk meningkatkan hasil daging, kita perlu sapi yang banyak. Dengan itu kita bisa mendapatkan teknologi cloning dengan cloning kita bisa memperbanyak kita punya ternak.

Kita juga telah membangun Bank Emas Indonesia. Kita ingin emas Indonesia tidak hanya ditambang di negeri ini, tetapi disimpan, diperdagangkan, dan diberi nilai tambah di negeri orang lain. Hari ini Bank Emas di Pegadaian dan di Bank Syariah Indonesia mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar Rp360 triliun, atau sekitar 20 miliar dolar Amerika Serikat. Kekayaan Indonesia harus memperkuat tabungan, pembiayaan, dan perekonomian Indonesia.

Maaf saya mohon izin, memang kopi Indonesia yang terbaik. Daerah-daerah penghasil kopi pasti mendukung saya. Tenang saja pemilu masih lama, ini banyak calon-calon. Kita juga membenahi ekspor komoditas strategis. Sebelumnya, minyak sawit mentah Indonesia dijual di pelabuhan Indonesia, dijual sekitar Rp15.000 per kilogram. Sementara harga di bursa CPO Rotterdam, Belanda, harganya Rp27.000 per kilogram. Padahal di Belanda, satu hektare pun tidak ada kebun kelapa sawit.

Artinya, sesungguhnya kita hilang hampir 50 persen nilai komoditas kita. Karena itu, pada 20 Mei 2026, Hari Kebangkitan Nasional kita, di aula terhormat ini, saya telah mengumumkan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia atau PT DSI sebagai pintu tunggal processing ekspor komoditas milik Indonesia. Saya ulangi processing-nya, bukan bahwa satu PT yang akan menguasai komoditas dan ekspor, tidak.

Tapi sekarang kita bisa monitor berapa yang muat di atas kapal, berapa ton, berapa yang dilaporkan di atas kertas, berapa yang sampai ke tujuan ekspor. Kita tidak ingin laporan yang satu berbeda dengan laporan di negara tujuan.

Sejak mulai beroperasi pada 1 Juni 2026, hanya dengan tiga komoditas batu bara, kelapa sawit dan besi baja, dalam waktu 2 bulan 13 hari, DSI telah mengelola devisa ekspor senilai 14 miliar dolar Amerika dari hanya tiga komoditas strategis. Lebih dari 6.500 transaksi, ekspor 3 komoditas telah dimonitor oleh DSI.

DSI telah menemukan potensi tambahan 5 miliar dolar hanya dari perbedaan dan penyesuaian harga, kualitas, dari pembayaran devisa hasil ekspor. Bayangkan kalau dalam waktu yang akan datang semua komoditas ekspor kita akan dimonitor dan dikelola oleh DSI. Berapa peningkatan hasil yang akan masuk negara.

Selanjutnya, DSI akan meningkatkan pengawasannya meliputi 50 pelabuhan di 25 provinsi. Dan, sebagaimana saya katakan DSI akan mengelola semua komoditas ekspor strategis kita, tidak hanya tiga. Kita tidak ingin lagi bangsa Indonesia dicurangi. Kekayaan Indonesia tidak boleh memperkaya segelintir orang dan meninggalkan rakyatnya sendiri hidup susah. Ini bukan saja tidak adil, ini bukan sikap negara yang pandai. Barang kita, milik kita, orang lain yang tentukan harganya.

Saudara-saudara ini melanggar prinsip ekonomi, melanggar prinsip pasar dan pihak-pihak rating agency, bahkan banyak lembaga keuangan menilai DSI adalah langkah positif bagai rakyat Indonesia, mereka yang mengatakan, bukan kita. Kita menghargai semua masukan, tapi kalau kita yakin kita berada di jalan yang benar kita akan terus bekerja. Kita tidak mau dibuat rapor oleh bangsa lain tapi kita terbuka untuk masukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *