JAKARTA Video kegiatan Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Provinsi Kalimantan Barat tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dalam ajang tersebut, seorang juri memberikan penilaian berbeda terhadap jawaban yang sama dari dua kelompok peserta.

Acara dimulai dengan pertanyaan rebutan bagi tiga grup yang bertanding. Pertanyaan tersebut menyangkut proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota. Namun untuk menjadi anggota BPK, keterkaitan dengan perwakilan daerah tetap dijaga. DPR dalam memilih anggota BPK diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?” tanya pembawa acara dikutip dari YouTube MPR, Senin (11/5/2025).

Grup C dari SMAN 1 Pontianak lebih dulu menekan bel dan diberi kesempatan menjawab. Salah seorang pesertanya menyebut bahwa anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.

“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden,” kata peserta dari Grup C.

Namun, dewan juri Dyastasita, Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI, justru memberikan nilai minus lima untuk jawaban tersebut. Pertanyaan kemudian diulang, dan Grup B dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang persis sama.

“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden,” kata peserta dari Grup B.

Dyastasita pun langsung memberikan nilai 10.

“Iya, inti jawabannya sudah benar. Nilai 10,” kata Dyastasita.

Saat acara hendak dilanjutkan, peserta Grup C langsung memprotes. “Izin, tadi kami menjawabnya sama seperti regu B. Sama,” kata Grup C.

Dyastasita menjelaskan bahwa jawaban Grup C dianggap tidak menyebutkan Dewan Perwakilan Daerah.

“Tadi disebutkan regu C ya, itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada. DPR tadi,” ujarnya.

Grup C tetap bersikeras bahwa jawaban mereka telah mencantumkan DPD dan meminta dewan juri menanyakan pendapat penonton. Namun, Dyastasita menegaskan keputusan sepenuhnya berada di tangan dewan juri.

“Jadi Dewan Juri tadi berpendapat nggak ada itu Dewan Perwakilan Daerah,” katanya.

Sementara itu, dewan juri lainnya, Indri Wahyuni, menekankan pentingnya artikulasi.

“Begini ya, kan sudah diperingatkan dari awal ya, artikulasi itu penting ya. Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas. Kalau menurut kalian sudah, tapi Dewan Juri menilai kalian tidak karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, ya itu artinya Dewan Juri berhak memberikan nilai -5. Jadi sekali lagi kami peringatkan artikulasi diperhatikan ya,” kata Indri Wahyuni.

Meski begitu, SMAN 1 Sambas tetap dinyatakan lolos dan akan mewakili Kalimantan Barat pada tingkat nasional melalui akun resmi @mprgoid dan @badsosmpr.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *