Hensa Nilai Safari Politik Jokowi Untuk Tes Popularitas dan Dampak Elektoral

Presiden Republik Indonesia ke-7, (RI) Joko Widodo memberikan pesan kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) jelang berakhirnya hari pertama kongres partai berlogo gajah itu di Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng).

JAKARTA – Pengamat politik Hendri Satrio (Hensa) melihat safari politik Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang baru dimulai belakangan ini memiliki muatan strategis.

Menurutnya, langkah tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi, melainkan juga menjadi upaya menguji dukungan publik sekaligus menegaskan posisi politik Jokowi setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.

“Memang ada misi pribadi menurut saya di Pak Jokowi. Yang pertama, mungkin dia ingin mengetes popularitas dia, kemudian dia ingin melihat juga dampak elektoral buat dirinya bagaimana,” ujar Hensa di podcast Ruang Konsensus di kanal YouTube UnpackingID.

Penilaian tersebut, lanjut Hensa, juga tercermin dari pemilihan Lampung sebagai titik awal safari politik Jokowi.

Menurut Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu, Lampung merupakan salah satu kantong suara Jokowi yang relatif aman sehingga tepat dijadikan lokasi untuk membaca respons publik terhadap langkah politiknya.

“Lampung tuh sebetulnya kan memang salah satu kantong suaranya Pak Jokowi, tapi memang untuk memulai sesuatu mungkin pak Jokowi punya pertimbangan-pertimbangan sendiri,” ujar Hensa.

“Malah tadinya kalau Pak Jokowi ngobrol sama saya, saya sarankan yang pertama dia datangi harusnya IKN dulu, karena kan itu dia banget tuh,” lanjut Hensa bernada seloroh.

Selain menguji respons publik, Hensa juga menilai safari politik Jokowi berkaitan dengan upaya mempersiapkan keluarganya dalam menghadapi dinamika politik ke depan.

Menurutnya, dalam konteks politik Indonesia, faktor keselamatan juga menjadi salah satu pertimbangan yang tidak bisa diabaikan.

“Jadi menurut saya, kenapa kemudian Pak Jokowi bergerak langsung, satu karena dia masih muda kemudian dia juga harus berhitung tentang keselamatan dan kesiapan keluarganya di politik Indonesia,” ujar Hensa.

Di luar berbagai pertimbangan tersebut, Hensa melihat Jokowi juga tengah memanfaatkan momentum nostalgia publik terhadap masa kepemimpinannya.Dengan kembali turun ke lapangan dan bertemu masyarakat, Jokowi dinilai berupaya membangun kembali kedekatan emosional sekaligus memperkuat citra positifnya.

“Kalau kita ingin memaknai apa makna safari politiknya, ya Pak Jokowi memang ingin meningkatkan kecintaan pada dirinya, dan memunculkan nostalgia waktu itu, menciptakan kecintaan dan memorabilia tentang publik bahwa beliau pernah menjadi pemimpin dan dicintai oleh rakyat,” pungkas Hensa. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *