JAKARTA — Di tengah tren peningkatan minat masyarakat terhadap investasi logam mulia, isu peredaran emas palsu masih menjadi momok menakutkan bagi konsumen serta pelaku industri.
Menjawab tantangan tersebut, dua peneliti dari Pusat Riset Fotonika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Isnaeni dan Nursidik Yulianto, menciptakan inovasi autentikasi mutakhir menggunakan sistem teknologi laser femtodetik.
Inovasi ini memungkinkan produsen mengukir identitas unik serupa sidik jari digital atau micro-barcode langsung ke atas permukaan logam mulia tanpa merusak mutunya.
“Selama ini identitas emas umumnya berada pada kemasan atau sertifikat. Kami mengembangkan pendekatan baru dengan menanamkan identitas tersebut langsung pada permukaan emas sehingga tetap melekat pada produknya dan jauh lebih sulit dipalsukan,” kata Prof. Isnaeni dalam keterangan tertulis, Rabu (1/7/2026).
Sebagai informasi, laser femtodetik merupakan instrumen teknologi yang memancarkan kilatan pulsa cahaya dalam durasi super singkat, yaitu kisaran satu kuadriliun detik.
Singkatnya durasi pancaran ini membuat pemrosesan ukiran memiliki tingkat presisi yang luar biasa tinggi tanpa memberikan dampak kerusakan struktural pada logam.
Lewat metode ini, perangkat laser bakal memahat micro-barcode berdimensi kurang dari satu milimeter dengan tingkat kedalaman pada skala mikrometer.
Akibat ukurannya yang sangat mini, kode proteksi ini mustahil dideteksi oleh mata telanjang dan memerlukan alat bantu mikroskop untuk melihatnya.
Prof. Isnaeni memaparkan bahwa pemanfaatan laser jenis ini menjamin fabrikasi berjalan aman bagi kualitas karat emas. “Energi laser hanya bekerja pada area yang sangat kecil dan dalam waktu yang sangat singkat sehingga panas yang ditimbulkan hampir tidak memengaruhi material di sekitarnya. Karena itu, permukaan emas tetap halus dan kualitasnya tetap terjaga,” urainya.
Kelebihan utama dari sistem ini terletak pada aspek integrasinya. Berbeda dengan kode batang biasa yang tertera di pembungkus luar, micro-barcode garapan BRIN ini menyatu langsung dengan fisik emas.
Alhasil, status keaslian produk tidak akan hilang biarpun kemasannya sudah dibuka, mengalami kerusakan, ataupun sengaja diganti oleh oknum tertentu.
Proses Cepat dan Praktis via Ponsel Pintar
Skema pengaplikasian teknologi ini tergolong sederhana. Mula-mula, kode autentikasi resmi dari pihak pabrikan dikonversi ke dalam format barcode khusus. Kode tersebut kemudian dipahat ke permukaan emas menggunakan sistem mekanis laser femtodetik. Hebatnya, seluruh rangkaian pengerjaan ukiran ini memakan waktu kurang dari satu menit saja.
Untuk memverifikasinya, kode mikro yang tertangkap lensa mikroskop tinggal dipindai memakai kamera ponsel pintar (smartphone) yang telah dipasangi aplikasi pembaca kode batang standar. Hasil pemindaian otomatis disesuaikan dengan bank data internal pabrikan guna membuktikan orisinalitasnya.
“Proses pembacaan kode tidak memerlukan perangkat yang rumit. Setelah barcode diamati menggunakan mikroskop, informasi dapat dipindai menggunakan kamera smartphone dan diverifikasi dengan basis data produsen. Hal ini membuat proses autentikasi menjadi lebih cepat dan praktis,” tuturnya lagi.
Proteksi Sektor Industri Komoditas Bernilai Tinggi
Temuan sains ini diproyeksikan membawa angin segar bagi ekosistem bisnis emas. Sektor produsen dapat mengeskalasi proteksi keamanan komoditas mereka, sementara masyarakat memperoleh jaminan penuh atas keaslian produk investasi yang mereka beli.
Di sisi lain, instansi perbankan, industri pegadaian, hingga gerai toko emas ritel dapat memanfaatkannya untuk mempercepat proses uji keaslian sekaligus menekan risiko penipuan.
Prof. Isnaeni menaruh harapan besar agar hasil riset fotonika ini dapat segera diserap dan diaplikasikan secara massal oleh korporasi logam mulia di tanah air sebagai standar pengamanan mutakhir.
“Kami berharap teknologi ini dapat mendukung industri logam mulia nasional dalam meningkatkan keamanan produk sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik kepada masyarakat.
Ke depan, teknologi serupa juga berpotensi diterapkan pada berbagai produk maupun dokumen bernilai tinggi yang membutuhkan sistem autentikasi yang andal,” pungkasnya.
Langkah maju ini menegaskan kompetensi Pusat Riset Fotonika BRIN dalam melahirkan terobosan ilmiah aplikatif. Teknologi laser yang jamak ditemui di dalam laboratorium kini berhasil dikonversi menjadi jalan keluar praktis demi memproteksi keamanan aset bernilai tinggi di tengah masyarakat.