JAKARTA — Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi buka suara mengenai kasus judi online yang menyeret sejumlah mantan pegawai Kementerian Komunikasi dan Informatika, kini Kementerian Komunikasi dan Digital.
Budi Arie sebelumnya pernah diperiksa sebagai saksi di Bareskrim Polri terkait perkara tersebut. Dalam perbincangan bersama pengamat politik Hendri Satrio, Ketua Umum Projo itu kini menegaskan tidak ingin namanya terus dikaitkan dengan praktik perlindungan situs judi online.
Menurut Budi Arie, tudingan bahwa dirinya melindungi situs judi online hanya merupakan framing. Ia mengklaim tidak ada perintah darinya untuk membiarkan situs judi online tetap beroperasi maupun aliran dana yang diterimanya.
“Judi online kan cuma framing aja. Kan sudah jelas secara hukum. Tiga unsur hukum kan enggak ada. Mens rea-nya enggak ada. Perintahnya, baik lisan maupun tertulis, juga enggak ada. Apalagi aliran dana,” kata Budi Arie.
Budi Arie mengatakan perkara hukum yang melibatkan sejumlah mantan pegawai kementerian tersebut juga telah berjalan jauh. Karena itu, dia meminta publik tidak terus menghubungkan kasus tersebut dengan dirinya.
Ia bahkan mengaku merasa dikhianati oleh pihak-pihak yang menurutnya telah mencatut namanya.
“Saya sudah dua tahun enggak di Kominfo. Kasus hukumnya juga sudah inkracht semua. Bahkan sudah sampai level kasasi. Semua yang tersangka sudah terdakwa, sudah dihukum. Dan maksud saya, jangan dikaitkan lagi dengan saya. Jadi orang bilang, judi online, Budi Arie, pelindung judi online,” ujarnya.
Budi Arie juga menegaskan bahwa selama menjabat Menkominfo, sikapnya justru menolak judi online karena dianggap merugikan masyarakat kecil.
Dia mengatakan dirinya menjalankan perintah untuk memberantas situs judi online dan membantah pernah meminta sebuah situs perjudian tidak diblokir.
“Sejak awal saya memang punya prinsip. Judi online itu mengisap darah rakyat, menipu. Makanya saya tutup-tutupin situsnya. Makanya saya diperintah untuk memberantas judi online, saya lakukan. Karena ini merugikan rakyat kecil. Ini scam, penipuan,” kata dia.
Budi Arie kemudian menantang pihak yang menuduhnya melindungi judi online untuk menunjukkan satu saja situs yang pernah ia perintahkan agar tidak ditutup.
Menurut dia, pembuktian semestinya didasarkan pada tindakan konkret, bukan semata-mata narasi yang berkembang di ruang publik.
“Enggak mungkin saya mengkhianati itu. Tapi dari pelajaran yang terjadi, saya tahu saya dikhianati. Dan mereka catut nama saya aja. Begitu loh. Contohnya begini, enggak ada aliran dana. Perintah? Enggak ada,” ucap Budi Arie.
“Kasih ke saya contoh satu aja. Situs judi online yang saya bilang jangan ditutup. Enggak usah dua, enggak usah tiga, satu aja. Ada enggak?”