JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menjelaskan bahwa pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang warga desa yang tidak menggunakan dolar AS dimaksudkan untuk menunjukkan ketergantungan masyarakat pedesaan pada sumber daya lokal.
“Beliau pemimpin yang bijak, maksudnya di daerah itu tidak kenal dolar. Di daerah makan dengan sumber daya alam yang lokal,” kata Kepala Staf Kepresidenan Dudung menjawab pertanyaan wartawan usai meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin.
Dudung menambahkan bahwa warga desa kebanyakan memanfaatkan sumber daya lokal seperti jagung, ikan, dan ayam yang tersedia atau dikembangkan di wilayah masing-masing.
“Pengertiannya seperti itu, tidak usah ditanggapi yang berlebihan saya rasa,” kata Dudung menambahkan.
Dalam kesempatan yang sama, Dudung juga menekankan bahwa pelemahan nilai tukar mata uang terhadap dolar AS tidak hanya dialami Indonesia, melainkan juga negara-negara lain.
“Tapi yang jelas menurut beliau pangan tetap terjaga, kita masih bisa,” jelas Dudung.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam peluncuran 1.061 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5) meyakinkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meskipun nilai tukar rupiah melemah (undervalued) terhadap dolar AS dalam beberapa pekan terakhir.
“Percaya ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat. Indonesia kuat. Percaya kepada kekuatan kita, percaya kepada rakyat kita. Semua pemimpin harus bekerja untuk rakyat,” kata Presiden.