JAKARTA — Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya meninjau kesiapan infrastruktur Sekolah Rakyat (SR) di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Seskab didampingi oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Muhammad Taufik.
Sekolah Rakyat yang menempati gedung Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) LAN RI ini disiapkan khusus untuk menampung anak-anak yang putus sekolah atau belum pernah mengenyam pendidikan. Sebagian besar calon siswa berasal dari keluarga desil 1 atau kategori miskin ekstrem.
“Jadi, adik-adik selamat datang di sini. (Sekolah Rakyat, red.) ini belum beroperasi, sehingga Pak Mensos mengajak saya untuk mengecek sekolahnya,” kata Seskab Teddy di hadapan puluhan calon siswa.
Momen Haru saat Dialog dengan Calon Siswa
Lebih dari 70 anak dari jenjang SD hingga SMA berkumpul dalam kesempatan tersebut. Seskab Teddy sempat berdialog langsung dengan beberapa calon siswa, salah satunya Rizki Saputra Gonjalez yang sempat putus sekolah saat duduk di bangku kelas 5 SD.
“Assalamualaikum Warahmahtullahi Wabarakatuh, perkenalkan nama saya Gonjalez, pindahan dari Sekolah Remaja Budi Jaya, tinggal saya di Jakarta Utara. (Saya) sekolah sampai kelas 5 (SD, kemudian) keluar,” tutur Gonjalez yang mengaku bercita-cita menjadi prajurit TNI.
Kisah haru juga datang dari Muhammad Aljabar Nur, remaja asal Jakarta Timur yang belum pernah bersekolah sama sekali.
Dengan suara bergetar menahan tangis, Aljabar memperkenalkan diri di hadapan para pejabat negara tersebut.
“Perkenalkan, nama saya Muhammad Aljabar, saya asli Jakarta Timur, saya belum sekolah Pak,” ucap Aljabar.
Melihat hal itu, Seskab Teddy langsung memberikan penguatan dan menjanjikan fasilitas terbaik bagi masa depan mereka selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
“Di sini gak boleh sedih lagi. Di sini nanti adik-adik semuanya belajar yang baik, diberi penginapan yang baik, nanti diberi gizi yang baik. Insyaallah bisa membanggakan keluarga. Kemudian, Insyaallah juga cita-citanya nanti tercapai semua. Amin, semangat ya,” tutur Seskab.
Target 500 Sekolah Rakyat Permanen di 2029
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa para siswa dijaring melalui penyisiran langsung di lapangan dan dipadankan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Program ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan bagi kelompok yang selama ini tidak terjangkau oleh sistem pendidikan formal karena kendala ekonomi.
Hingga saat ini, Kementerian Sosial telah membangun 166 Sekolah Rakyat rintisan di 38 provinsi dengan kapasitas mencapai 15.900 siswa. Program ini akan terus diekspansi secara masif dalam beberapa tahun ke depan.
Pemerintah menargetkan pembangunan 101 Sekolah Rakyat permanen pada tahun 2026 ini. Langkah ini merupakan bagian dari roadmap besar pemerintah untuk menyediakan total 500 Sekolah Rakyat permanen di seluruh Indonesia hingga tahun 2029 mendatang.