JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mempersiapkan agenda khusus untuk menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri 2026.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa pihaknya berencana menyelenggarakan malam bebas kendaraan bermotor atau Car Free Night (CFN) pada Sabtu, 21 Maret 2026, malam.
“Maka Car Free Night akan diadakan pada malam Minggu,” kata Pramono kepada wartawan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026).
Meski demikian, Pramono menekankan bahwa jadwal penyelenggaraan tersebut masih bersifat fleksibel atau tentatif.
Hal ini dikarenakan otoritas pemerintah daerah masih menunggu kepastian jatuhnya hari raya melalui mekanisme resmi di tingkat pusat.
“Memang ada dilema sedikit. Karena sidang isbatnya itu kan apakah dilakukan tanggal 19 atau 20, apakah Idul Fitri kali ini sama seperti yang lalu antara beberapa ormas yang ada atau ada perbedaan, kami sedang menunggu itu,” ujar Pramono.
Pembatasan Durasi demi Persiapan Salat Id
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memberikan penjelasan lebih rinci mengenai teknis pelaksanaan CFN tersebut.
Menurutnya, acara akan digelar dalam durasi yang tidak terlalu panjang, yakni mulai pukul 20.00 hingga 22.00 WIB.
Rano menjelaskan bahwa semula terdapat opsi untuk memulai acara lebih larut, namun rencana tersebut urung dilakukan demi kelancaran persiapan ibadah di keesokan harinya.
“Kemarin rencana mau kita mulai jam 10, cuma kalau jam 10 terlalu lama sampai jam 12 kan sehingga untuk persiapan salat Id-nya akan terkendala,” kata Rano.
Menunggu Hasil Sidang Isbat
Ketidakpastian waktu perayaan Idul Fitri menjadi faktor penentu utama dalam penyesuaian jadwal di lapangan.
Pemprov DKI memastikan akan tetap mengakomodasi kegiatan takbir bersama bagi warga Jakarta, terlepas dari kapan hari raya ditetapkan.
“Kita nunggu isbat nih, rencana kita (CFN) memang kemarin tanggal 19, cuma kan isbat belum tahu. Kalau memang mundur tanggal 20, tetap takbir bersama ada, cuma Car Free Night akan berlaku mulai jam 8 sampai jam 10 selesai,” pungkasnya.
Langkah ini diambil untuk memastikan perayaan kemenangan setelah sebulan berpuasa tetap berlangsung semarak, namun tidak mengganggu aspek kenyamanan dan kesiapan masjid-masjid di Jakarta dalam menyelenggarakan salat Idul Fitri.