Sikap Seskab Teddy yang Tidak Reaktif Hadapi Video Viral Amien Rais Patut Diapresiasi

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya (kiri) memberikan keterangan terkait kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam KTT Sharm el-Sheikh untuk Perdamaian di Gaza, Palestina, di Kota Sharm el-Sheikh, Laut Merah, Mesir, Senin (13/10/2025). (Dok Sekretariat Kabinet.)

Jakarta – Analis komunikasi politik Hendri Satrio atau yang akrab disapa Hensa mengapresiasi sikap Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya yang memilih tidak merespons video viral yang dikaitkan dengan Amien Rais.

Menurut Hensa, langkah Teddy yang tidak reaktif justru menunjukkan kedewasaan dan ketepatan dalam menyikapi isu yang belum jelas kebenarannya.

“Sudah benar untuk urusan ini ia tidak reaktif dan tidak memberikan respons apa pun terkait video Pak Amien Rais ini, karena justru bisa melanjutkan kegaduhan,” ujar Hensa kepada wartawan.

Ia menilai, dalam situasi di mana informasi masih simpang siur, sikap tenang dan tidak terburu-buru memberikan tanggapan merupakan bentuk kehati-hatian yang patut diapresiasi.

Menurutnya, pejabat publik perlu mampu memilah mana isu yang layak direspons dan mana yang sebaiknya tidak ditanggapi agar tidak memperkeruh suasana.

“Saya apresiasi itu karena sebagai pejabat, sudah seharusnya tahu mana yang perlu direspons dan mana yang tidak,” kata Hensa.

Di sisi lain, Hensa juga menyoroti video yang beredar luas tersebut. Ia mengaku meragukan keaslian maupun substansi pernyataan dalam video yang disebut-sebut berasal dari Amien Rais.

“Saya sudah menonton beberapa kali, tapi terasa aneh. Saya jadi bertanya, ini benar Pak Amien Rais atau bukan,” ujarnya.

Ia menilai gaya komunikasi dalam video tersebut tidak mencerminkan sosok Amien Rais sebagai tokoh senior bangsa, karena mengandung tudingan yang dinilai tidak mendasar.

Hensa bahkan membuka kemungkinan adanya manipulasi teknologi, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI), yang dapat menyesatkan publik.

“Kalau benar ini bukan AI, saya yakin Pak Amien Rais akan melakukan klarifikasi agar tidak menimbulkan kegaduhan,” katanya.

Lebih lanjut, Hensa mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh konten yang belum terverifikasi, terutama di tengah kondisi sosial-ekonomi yang menantang.

“Kita ini sedang sama-sama fokus mencari penghidupan. Jangan ditambah dengan isu-isu liar seperti ini,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *