JAKARTA — Mayoritas orang tua dan wali murid menilai pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 telah berlangsung secara transparan. Namun, penilaian positif tersebut belum sepenuhnya menghilangkan kekhawatiran masyarakat terhadap implementasi teknis sistem.
Survei Lembaga Survei KedaiKOPI bertajuk “Survei Pelaksanaan SPMB 2026” menunjukkan sebanyak 73,8 persen responden menilai proses pelaksanaan SPMB berlangsung secara transparan.
Di sisi lain, 71,8 persen responden yang memilih jalur domisili mengaku masih khawatir terhadap akurasi sistem dalam mengukur titik lokasi dan jarak rumah ke sekolah.
Head of Research Lembaga Survei KedaiKOPI Ashma Nur Afifah mengatakan, kekhawatiran tersebut menunjukkan bahwa persoalan utama SPMB saat ini bukan lagi sebatas sosialisasi kebijakan, melainkan pelaksanaan teknis di lapangan.
“Sebanyak 71,8 persen orang tua merasa khawatir mengenai keterandalan sistem dalam membaca lokasi mereka,” ujar Ashma dalam paparannya.
Menurut dia, kekhawatiran itu muncul karena jalur domisili menjadi jalur yang paling banyak dipilih masyarakat sehingga akurasi pengukuran lokasi menjadi aspek yang sangat menentukan hasil seleksi.Selain persoalan teknis, responden juga masih mengkhawatirkan potensi kecurangan dalam proses penerimaan murid baru.
“Jadi bentuk-bentuk kecurangan tersebut yang mungkin masih menjadi PR untuk pelaksanaan SPMB di tahun 2026 ini,” kata Ashma.
Tak hanya itu, hasil survei juga menunjukkan 54,7 persen responden masih memiliki persepsi negatif terhadap jalur domisili. Salah satu penyebabnya adalah anggapan bahwa jalur tersebut membatasi pilihan sekolah bagi anak serta masih kuatnya persepsi mengenai sekolah favorit.
Karena itu, Ashma menilai pemerintah perlu memperkuat implementasi SPMB melalui penyempurnaan sistem digital, peningkatan transparansi proses seleksi, hingga penyediaan kanal pengaduan yang responsif.
“Maka dari itu kami menyarankan adalah satu perlu dikuatkannya lagi substansi tujuan dari SPMB tersebut, terutama terkait dengan jalur domisili. Jadi menekankan SPMB bukan hanya tentang teknis tata cara, tetapi kenapa empat jalur ini menjadi penting untuk ada,” ujar Ashma.
Survei KedaiKOPI dilakukan pada 14-22 Juni 2026 terhadap 585 responden orang tua atau wali calon murid SD hingga SMA yang berencana mendaftar ke sekolah negeri.