Presiden Prabowo Subianto menyebut ada penyakit yang kini menjangkiti masyarakat, yaitu mudah percaya pada segala informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, platform tersebut rentan dimanfaatkan oleh pihak-pihak berduit untuk memengaruhi opini publik.
“Ada suatu penyakit, bukan hanya di negara kita tapi di dunia ini, sosmed. Ini bisa diperalat. Orang punya duit dia bisa main di sosmed,” kata Prabowo saat meresmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026).
“Jadi cerita di sosmed belum tentu cerita yang sebenarnya. Rakyat jangan tertipu, ya. Rakyat jangan tertipu. Percayalah kepada pemimpin yang telah kau pilih,” ujar dia.
Prabowo juga mengklaim bahwa pemerintahannya telah berhasil mencatatkan berbagai prestasi dalam waktu yang relatif singkat. Namun, ia menilai masih ada pihak yang berupaya menyerangnya melalui dunia maya.
Ia memberikan contoh soal narasi di media sosial yang kerap menyoroti ucapan-ucapannya yang dianggap kasar. Padahal, menurut Prabowo, apa yang ia sampaikan adalah kebenaran.
“Ini ada wartawan, jadi saya enggak boleh bicara… Saya harus bicara hati-hati, saya harus bicara sopan. Saya enggak… saya enggak boleh bilang koruptor itu bajingan, enggak boleh itu,” ucap Prabowo.
“Lho nanti ini, ini yang nanti di-blow up yang ini: ‘Prabowo: Bajingan’. Presiden ngomongnya harus sopan, halus. Benar? Benar? Mau… mau saya bicara sopan atau mau bicara saya jujur?” imbuh dia.