ANKARA — Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa pihaknya perlu mengerahkan semua upaya untuk segera mulai produksi rudal Patriot. Langkah strategis ini diambil sebagai respons cepat pasca-adanya komitmen baru dari sekutu utama mereka, Amerika Serikat (AS).
Pernyataan tersebut disampaikan Zelensky usai menggelar pertemuan tatap muka dengan Presiden AS Donald Trump di sela-sela KTT NATO yang berlangsung di Ankara, Turki.
Dalam kesempatan itu, Trump mengonfirmasi bahwa Washington bakal memberikan restu dan izin atas lisensi rudal Patriot agar Ukraina dapat memproduksi sendiri sistem pertahanan udara berskala masif tersebut.
“Sekarang sangat penting bahwa tim teknis kami, semua perwakilan kami dari berbagai kementerian, perwakilan dari cabang eksekutif, mulai mengerjakan ini tanpa penundaan, sehingga kami dapat memperoleh lisensi dengan sangat cepat dan memulai produksi di Ukraina sesegera mungkin,” ujar Zelensky melansir Al Jazeera, Jumat (10/7/2026).
Selama jalannya konfrontasi bersenjata dengan Rusia, Ukraina sejatinya telah menerima pasokan bantuan rudal Patriot dari negara-negara sekutu barat.
Kendati demikian, Zelensky mendesak AS untuk mengizinkan Kyiv mulai memproduksinya guna mengatasi kekurangan pasokan amunisi yang kerap terjadi di lini depan pertempuran.
Kesiapan Teknologi Ukraina Diakui AS
Lebih lanjut, Zelensky mengungkapkan bahwa tidak sembarang negara memiliki kemampuan manufaktur untuk merakit alutsista udara secanggih Patriot. Berdasarkan penilaian Washington, Ukraina dianggap memiliki kapabilitas dan infrastruktur teknologi yang mumpuni untuk mengemban tugas tersebut.
“Presiden Trump telah berulang kali menekankan bahwa saat ini, hanya dua hingga tiga negara di dunia yang dapat memproduksi Patriot, karena negara-negara lain belum siap secara teknologi. Ukraina diakui oleh Amerika sebagai negara yang siap untuk melakukan hal ini,” kata Zelensky.
Guna merealisasikan proyek ambisius ini, Zelensky langsung menginstruksikan jajaran kabinet serta korps diplomatiknya untuk bergerak cepat menyelesaikan segala urusan birokrasi dan legalitas hukum internasional dengan pihak AS.
“Sekarang, setelah kesepakatan kami dengan presiden, tim kami, para diplomat kami, kementerian luar negeri dan kementerian pertahanan perlu menyepakati semua detail teknis yang tersisa. Semakin cepat kita mencapai kesepakatan tersebut, semakin cepat kita dapat memproduksi Patriot,” jelasnya memungkasi.