JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming menekankan pentingnya etika dalam pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Menurutnya, penguasaan teknologi canggih tersebut harus diimbangi dengan nilai moral agar tidak disalahgunakan.
“Teknologi tanpa etika itu berbahaya. AI bisa digunakan untuk membuat konten positif, tapi juga bisa dipakai untuk menyebar hoaks, melakukan plagiarisme, atau melanggar privasi orang lain,” kata Gibran di YouTube @GibranTV, Selasa (16/6/2026).
Ia pun mengingatkan agar pemanfaatan AI selalu didasari integritas. “Jangan gunakan AI untuk menipu, jangan gunakan AI untuk menjatuhkan orang lain,” ujar Gibran.
Gibran mendorong agar AI dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat dan mempermudah kehidupan sehari-hari, bukan untuk menciptakan kekacauan sosial. “Kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan kemajuan moralitas kita sebagai bangsa yang beradab,” tuturnya.
Putra sulung Presiden Joko Widodo ini juga kerap menyampaikan bahwa AI bukan lagi sekadar masa depan, melainkan sudah menjadi bagian dari kehidupan saat ini. Ia mendorong generasi muda untuk menguasai AI secara mendalam, bukan sekadar menjadi pengguna pasif.
Di sisi lain, Gibran meminta agar AI tidak membuat masyarakat kehilangan daya kritis. Ia berharap teknologi ini justru memicu kreativitas, bukan menggantikan kemampuan berpikir manusia.
“Oleh sebab itu, ia berpesan kepada anak muda agar memahami bahwa AI adalah alat untuk mempercepat, bukan alat untuk membuat kalian malas. Bayangkan AI sebagai asisten pribadi yang membantu kalian belajar, mencari data, mempelajari bahasa asing lebih cepat, bahkan memahami rumus matematika yang rumit dengan cara yang lebih sederhana,” imbuh Gibran.