TEGAL – Kampus swasta dari pantura Jawa Tengah mulai unjuk gigi di tingkat nasional. Universitas Harkat Negeri (UHN) Tegal, yang baru diresmikan pada Agustus 2025, berhasil mengantarkan tim mahasiswanya ke babak final kompetisi Data Analytics Dash COMPFEST 18 yang diselenggarakan Universitas Indonesia.
Tim tersebut beranggotakan tiga mahasiswa Program Studi S1 Sains Data, yakni Raja Aunurrahman, Vagga Fawwaz Mardani, dan Haidar Luthfi Kosasih. Mereka masuk 15 besar dari 400 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan institusi di Indonesia.
Rektor UHN Dr. Sudirman Said, S.Ak., M.B.A. menilai ajang seperti ini membuka kesempatan bagi mahasiswanya untuk bersaing di luar lingkungan kampus sendiri.
“Capaian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa UHN memiliki kesempatan untuk menguji kemampuan mereka dalam kompetisi yang diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi dan institusi di Indonesia,” kata Sudirman, dikutip dari wawancara khusus Tabloid Jawa Tengah edisi 004/16-31 Oktober 2026.
Bagi kampus yang baru berusia sekitar satu tahun, capaian ini tidak muncul begitu saja. Sudirman mengakui usia kampus berpengaruh, tetapi menurutnya ada faktor lain yang lebih menentukan.
“Usia sebuah perguruan tinggi tentu menjadi salah satu faktor dalam proses pengembangannya. Namun, yang tidak kalah penting adalah bagaimana perguruan tinggi tersebut mengelola potensi yang dimiliki dan membangun sistem yang baik,” ujarnya.
UHN memang tidak berangkat dari nol. Kampus ini terbentuk dari penggabungan Politeknik Harapan Bersama dan STMIK YMI Tegal, dua institusi yang sebelumnya sudah berpengalaman menyelenggarakan pendidikan tinggi.
Menurut Sudirman, berhadapan dengan peserta dari kampus lain di level nasional memberi pelajaran yang sulit didapat di ruang kuliah.
“Pengalaman semacam ini penting karena mahasiswa dapat mengetahui kemampuan yang telah mereka kuasai sekaligus mengenali hal-hal yang masih perlu ditingkatkan,” kata dia.
Ia menegaskan, prestasi semacam itu perlu ditopang lingkungan kampus yang mendukung, bukan semata bakat perorangan.
“Prestasi mahasiswa tidak dapat hanya mengandalkan kemampuan individu. Harus dibangun lingkungan yang memungkinkan mahasiswa mengembangkan kemampuannya,” tutur Sudirman.
Pengakuan dari tingkat pusat juga sudah datang. Pada 21 September 2026, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menetapkan UHN sebagai Perguruan Tinggi Terproduktif Skema Insentif pada Klaster V dengan Tiga Judul dalam Program Kreativitas Mahasiswa. Di tingkat provinsi, UHN meraih Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2026 sebagai Perguruan Tinggi Swasta Inovatif dan Penggerak Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Unggulan.
Meski begitu, Sudirman tidak ingin mahasiswanya hanya mengejar panggung. Ia berharap gagasan mahasiswa tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat di sekitarnya.
“Mahasiswa perlu didorong untuk mengembangkan gagasan yang berangkat dari persoalan nyata. Melalui proses tersebut, mereka belajar memahami kebutuhan masyarakat dan menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk mencari penyelesaian,” pungkasnya.