JAKARTA — Analis komunikasi politik Hendri Satrio mempertanyakan klaim Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita soal industri tanah air.
Agus pada Rabu (15/4/2026) menegaskan industri nasional tetap memiliki daya tahan kuat, meski menghadapi gangguan pasokan dari sisi bahan baku akibat ketidakpastian geopolitik global.
Menurutnya, Menteri Perindustrian perlu mempertanggungjawabkan pernyataannya secara publik. Sebab, klaim optimisme tanpa data yang mencerminkan kondisi saat ini dinilai hanya akan menjauhkan pemerintah dari kepercayaan publik.
“Menteri Perindustrian harus bertanggung jawab dengan statement-nya, karena faktanya kondisi yang ia klaim itu tidak tergambarkan sekarang, dan berpotensi menjauhkan kepercayaan publik terhadap pemerintah” kata Hensa kepada wartawan.
Hensa, sapaan akrabnya, juga mempertanyakan dasar klaim tersebut dengan merujuk pada kondisi riil di lapangan.
“Kalau industri kita kuat, yang paling gampang indikasinya itu lapangan pekerjaan tersedia banyak, dan PHK enggak ada, kemudian juga produk-produk kita bersaing minimal di ASEAN, jadi apanya yang kuat? Orang PHK jalan terus, lapangan pekerjaan susah,” ujar Hensa kepada wartawan.
Ia menilai kondisi saat ini justru mencerminkan industri yang stagnan dan tidak mengalami kemajuan.
Gelombang PHK yang terus terjadi di berbagai sektor menjadi bukti nyata bahwa klaim ketahanan industri tidak sejalan dengan realita yang dirasakan para pekerja dan pelaku usaha.
“Pada kenyataannya, industri kita mandek dan jalan di tempat. Tidak ada tanda-tanda pertumbuhan yang benar-benar dirasakan masyarakat menengah ke bawah,” kata Hensa.