SANAA – Pasukan pro-pemerintah Yaman yang disokong oleh Arab Saudi mengklaim telah berhasil “mengamankan” kawasan Selat Bab al-Mandab. Capaian ini diraih usai mereka sukses merebut sejumlah lokasi penting dari tangan pemberontak Houthi, yang sekaligus menjadi titik tolak dimulainya operasi militer skala besar oleh pihak koalisi untuk memberantas kelompok sokongan Iran tersebut.
Berdasarkan keterangan juru bicara militer Yaman, Brigade Giants bersama pasukan Perisai Nasional saat ini tengah melakukan pengepungan ketat terhadap milisi Houthi di Dhubab. Wilayah ini merupakan kota pesisir di Laut Merah yang berhadapan langsung dengan jalur pelayaran vital Bab al-Mandab.
Manuver pengepungan itu dieksekusi setelah pasukan gabungan berhasil menduduki bandara setempat dan memutus total akses darat menuju kota pelabuhan Mokha. Kendati demikian, media-media afiliasi Houthi dengan cepat menepis klaim kemenangan pasukan pemerintah di Dhubab tersebut.
Operasi Meluas hingga Ibu Kota
Pemerintah Yaman menegaskan bahwa pertempuran tidak hanya terpusat di kawasan pesisir. Operasi ofensif kini telah merambah ke berbagai titik pertempuran lain, termasuk menargetkan ibu kota Sanaa yang telah jatuh ke tangan Houthi sejak awal mula pecahnya perang saudara 12 tahun silam.
Sebagai bentuk bantuan gempuran dari udara, koalisi militer pimpinan Arab Saudi melaporkan bahwa armada jet tempur mereka telah membumihanguskan lebih dari 300 target “bernilai strategis tinggi” guna menyokong operasi darat tersebut.
Langkah tegas ini selaras dengan deklarasi yang diserukan oleh Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman, Rashad al-Alimi, pada Minggu (4/10/2026). Ia mengumumkan operasi menyeluruh untuk mengambil alih seluruh teritori yang diduduki Houthi, seraya menekankan bahwa jalan untuk diplomasi dan peredaan konflik sudah tertutup.
Dalam komandonya, Rashad al-Alimi menginstruksikan seluruh angkatan bersenjata, aparat keamanan, dan formasi militer “untuk mulai melaksanakan misi yang telah ditetapkan, sesuai dengan rencana yang disetujui, hingga negara ini dibebaskan dari cengkeraman milisi teroris Houthi”.
Blokade Taiz Picu Rentetan Eskalasi
Tensi pertempuran yang kembali mendidih ini sejatinya dipicu oleh aksi milisi Houthi yang memblokir jalan pegunungan di area Taiz, sebelah barat daya Yaman. Blokade tersebut berimbas pada terkurungnya pasukan pemerintah sekaligus warga sipil di wilayah itu.
Merespons gempuran dari koalisi dan puluhan serangan udara mematikan dari Saudi, Houthi tidak tinggal diam. Kelompok pemberontak tersebut mengklaim telah meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal balistik serta sekawanan drone ke fasilitas penyulingan minyak raksasa milik Saudi Aramco di Riyadh dan wilayah Khurais.