JAKARTA – Misteri iapa sosok yang akan menjadi Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai terkuak. Selama ini, partai berlambang gajah itu memang hanya memberi kode bahwa sosok Ketua Dewan Pembina mereka berinisial “Mr J”.

Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Makassar, Sulawesi Selatan pada Januari 2026 lalu misalnya, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep sempat mencari sosok ‘Mr J’ yang merupakan Ketua Dewan Pembina PSI. Namun, sosok Mr J ternyata belum datang. Kaesang menduga Mr J baru datang pada Jumat (30/1/2026).

“Yang saya hormati Sekretaris Dewan Pembina PSI Ibu Grace Natalie, beserta seluruh jajarannya, tanpa ada ketuanya. Ketuanya di mana? Belum datang? Oh, ya sudah. Insyaallah besok datang,” ujar Kaesang disambut tepuk tangan kader.

Keesokan harinya, sosok yang datang adalah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Meski belum diumumkan secara resmi, tapi publik sudah menduga kuat bahwa sosok yang dimaksud Mr J adalah Jokowi. Bahkan, kala itu, Jokowi diberi kesempatan berpidato dalam Rakernas PSI. Jokowi menyatakan siap berkeliling ke daerah-daerah dan mati-matian demi PSI.

Kini PSI memastikan Jokowi segera menjabat sebagai Dewan Pembina partai. Menurut Ketua DPP PSI Bestari Barus, proses tersebut hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk seremoni pemberian jaket berlambang partainya.

“Jadi ini hanya tinggal menunggu hari, tanggal, jam saja dan kesempatan ketua umum, kesempatan Pak Jokowi untuk kemudian yang disampaikan oleh Bu Grace kemarin, akan ada penjaketan. Ya, tunggu waktu saja sedikit lagi,” ujar Bestari saat dihubungi, Sabtu (13/6/2026).

Bestari mengatakan, penjaketan tersebut hanya bersifat simbolis. Sebab, sinyal bergabungnya Jokowi dengan PSI sudah terlihat sejak lama. Meski begitu, Bestari menegaskan bahwa waktu yang tepat untuk seremonial tersebut diserahkan sepenuhnya kepada Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep.

“Hanya saja kita memberikan itu kepada ketua umum kapan waktu yang pas. Jadi Bu Grace selaku sekretaris Dewan Pembina sudah juga menyampaikan isyarat itu,” kata Bestari.

“Sinyal sudah terang semuanya dan itu pastilah seperti apa yang disampaikan Bu Grace nantinya. Tinggal menunggu waktu yang pas kapan itu dilaksanakan,” sambungnya.

Bestari menekankan, penjaketan Jokowi nantinya akan menjadi momen bersejarah bagi PSI. Sebab, Jokowi akan menempati posisi yang paling terhormat dalam struktur organisasi partai.

“Momen itu adalah sejarah. Kan begitu. Jadi, kita menunggu waktu yang tepat bagi patron kami, tentu beliaulah yang akan menempati tempat yang paling terhormat di organisasi PSI ini,” kata Bestari.

Peneliti Senior Bidang Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli menilai status resmi Jokowi sebagai Dewan Pembina PSI dapat menjadi modal safari politik ke berbagai daerah. Kejelasan status Jokowi di PSI penting agar posisi mantan kepala negara itu dalam agenda safari politik, tidak menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.

“Jika ingin safari politik atas nama PSI mestinya sudah menjadi pengurus resmi. Jika belum, publik akan bertanya safari tersebut dalam kapasitas sebagai apa: sebagai bapaknya Ketum PSI atau simpatisan PSI,” ujar Lili saat dihubungi, Sabtu (13/6/2026).

Lili berpandangan, status resmi sebagai pengurus partai akan memperjelas posisi Jokowi ketika mendampingi PSI dalam berbagai kegiatan politik di daerah. Terlebih lagi, lanjut Lili, Jokowi masih memiliki pengaruh politik yang dapat memberikan keuntungan bagi PSI, meski tak lagi sebesar ketika menjadi presiden.

“Sebagai mantan Presiden tentu masih banyak pengikut dan loyalisnya. Bisa jadi, mereka akan memberikan dukungan. Namun demikian, dukungan tersebut tidak akan sekuat dan sebesar saat Jokowi menjadi presiden, akan ada penurunan,” jelas Lili.

Meski demikian, Lili melihat hingga kini pengangkatan Jokowi sebagai Dewan Pembina PSI belum juga diresmikan, meski partai tersebut telah berkali-kali memberikan sinyal mengenai hal itu. Dia menduga, kondisi tersebut menjadi bagian dari upaya untuk melihat respons publik terhadap kepastian Jokowi bergabung dengan PSI dan menduduki jabatan tertentu.

Sementara itu, Jokowi mengaku siap berkeliling Indonesia mengingat kondisi kesehatan yang semakin membaik. Kabar tersebut disampaikan Jokowi di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Senin (24/5/2026).

“Ya, ini kan saya banyak undangan, undangan dari daerah-daerah untuk hadir dari masyarakat, ya saya sudah sehat dan saya akan datangi undangan-undangan yang ada,” ucap Jokowi.

Lokasi pertama yang akan dikunjungi Jokowi adalah Nusa Tenggara Timur (NTT). Rencana tersebut diungkap Sekretaris Dewan Pembina PSI Grace Natalie saat menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah Khusus (Rakorwilsus) DPW PSI NTT di Kota Kupang pada Jumat (12/6/2026).

Menurut Grace, NTT menjadi salah satu daerah yang masuk agenda perjalanan Jokowi setelah eks Gubernur DKI Jakarta ini cukup lama tidak melakukan kunjungan ke berbagai wilayah sejak mengakhiri masa jabatannya.

“Beliau sangat sayang dengan NTT. Sudah lama tidak berkeliling pasca menyelesaikan masa jabatannya sebagai presiden,” kata Grace, dikutip dari TribunKupang, Sabtu (13/6/2026).

“NTT akan menjadi salah satu tujuan kunjungan terdekat,” tambahnya.

Grace menyampaikan, saat ini PSI masih mematangkan berbagai kebutuhan terkait rencana kedatangan Jokowi. Sejumlah agenda juga sedang disusun agar kunjungan tersebut dapat berjalan optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *