Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Indonesia Bangkrut” pada Jumat (12//20266). Lebih dari 700 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ikut serta dalam aksi tersebut. Mereka menyampaikan lima tuntutan utama.
Dalam aksinya, BEM UI menyerukan lima tuntutan, yakni setop pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, hentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan koperasi desa merah putih, hentikan militerisme di ranah sipil, dan Prabowo berhenti mengelak dan mengakui kesalahannya.
Massa aksi sempat mengalami dua kali penghadangan saat berupaya memasuki Bundaran Hotel Indonesia (Bundaran HI). Hambatan pertama terjadi di kawasan Semanggi, Jakarta. Penghadangan kedua dialami saat massa mencapai daerah Sudirman.
Rencana awal massa aksi untuk berkonsolidasi di Bundaran HI gagal akibat blokade ketat yang dilakukan aparat kepolisian dan militer. Akibatnya, demonstrasi terpaksa dialihkan ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
“Padahal kami merencanakan dan juga telah mengirimkan surat kepada kepolisian kami akan mengadakan aksi di Bundaran HI,” ujar Ketua BEM UI, Yatalathof Imawan, kepada media.
Menurutnya, represifitas aparat bermula sekitar pukul 11.55 WIB ketika massa yang telah tiba di Dukuh Atas dicegah polisi. Saat itu, massa aksi hendak menjalankan salat Jumat, hak yang dijamin Undang-Undang Dasar 1945.
“Akan tetapi polisi tidak menghiraukan hal itu dan justru mereka melanggar konstitusi tersebut,” ucapnya.
Keterangan tersebut diperkuat oleh Ketua BEM Fakultas Hukum UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo. “Kita jalan lewat Lenteng Agung, kita belok kiri ke arah Pancoran. Kemudian di depan Polda Metro Jaya, Semanggi, harusnya kan kita belok kiri ambil bawah ke arah Sudirman, tapi jalan ditutup,” ceritanya.
Dimas mengklaim massa telah berusaha menyampaikan rencana aksi melalui publikasi di media sosial, namun tetap dihadang dengan barrier, water barrier, dan mobil rantis. Polisi disebut tidak memberikan alasan jelas atas penghadangan tersebut. Bahkan sempat terjadi keributan di Semanggi karena polisi menolak membuka jalan.
Hingga pukul 15.31 WIB, massa aksi masih tertahan di kawasan Tosari oleh barikade yang dibentuk gabungan TNI dan polisi. Mereka belum berhasil mencapai Bundaran HI.
Pemilihan Bundaran HI sebagai titik aksi didasari kekecewaan masyarakat terhadap DPR dan Presiden. “Kami harap juga polisi berkenan untuk membukakan jalannya dan tidak mengganggu hak konstitusional kami dalam menyampaikan pendapat,” ujar Dimas.
Aksi yang diusung dengan tagar #MenujuIndonesiaBangkrut ini melibatkan sekitar 700 orang. Meski diinisiasi BEM UI, demonstrasi turut diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi lain.