Jakarta — Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyatakan kerja sama antara Indonesia dan Rusia menawarkan peluang strategis untuk mempercepat proses industrialisasi nasional, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang sulit.

Menurut Faisol, Rusia memiliki sejarah panjang industrialisasi dan banyak hasil riset serta inovasi di berbagai sektor industri dan pengembangan teknologi. Hal tersebut, kata dia, bisa menjadi pilihan menarik bagi Indonesia yang kini berada di bawah kebijakan percepatan penguatan sektor manufaktur.

“Jadi ada banyak yang menarik sebenarnya pada saat ekonomi global lagi sulit di mana-mana peluang usaha, peluang kerjasama di antara negara-negara yang mulai tumbuh industri atau negara-negara yang punya pengalaman industri panjang itu justru sekarang saatnya,” ujar Faisol dalam podcast Hendri Satrio Official, tayang Sabtu (19/6/2026).

Faisol mencontohkan sejumlah tantangan yang harus diantisipasi seiring upaya menarik investasi industri, termasuk kecukupan pasokan energi.

Dia mengingatkan pengalaman program pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt yang digagas beberapa tahun lalu, di mana realisasi pertumbuhan industri tidak mencapai target sehingga sempat menyebabkan over capacity pada pasokan listrik

“Kita ini lagi susah ini kayak chicken and egg gitu ya, kalau industri masuk, ada investasi masuk, ada berbagai macam peluang-peluang usaha masuk gitu ya tapi energinya cukup enggak? Listrik kita cukup enggak? gitu,” ucapnya.

Untuk menjawab persoalan energi, Faisol menyebut peluang kerja sama teknologi energi dengan pihak Rusia, termasuk dengan perusahaan BUMN Rusia Rosatom, yang dinilai potensial untuk transformasi teknologi di sektor energi nasional.

Selain kerangka energi, Faisol juga menyoroti penunjukan Indonesia sebagai country partner di Inoprom, pameran industri terbesar di Rusia yang diselenggarakan di Yekaterinburg.

Status tersebut membuka akses luas bagi pelaku industri Indonesia untuk bertemu dan berkolaborasi dengan mitra-mitra industri dari berbagai negara, termasuk negara-negara kawasan Eurasia.

“Inoprom itu kita ditunjuk sebagai country partner pameran industri terbesar di Rusia di Yekaterinburg melibatkan banyak sekali negara dan kita ditunjuk sebagai partner country dan tentu saja ini membuat kita bisa bertemu dengan semua pelaku-pelaku industri di seluruh dunia,” kata Faisol.

Pemerintah, menurutnya, terus mendorong pemanfaatan peluang tersebut untuk menarik investasi, memperkuat ekosistem manufaktur, dan mengatasi kendala infrastruktur energi sebagai prasyarat tumbuhnya industri di dalam negeri.

Ia pun menambahkan penunjukan Indonesia sebagai satu-satunya negara Asia Tenggara yang menjadi partner di Inoprom mencerminkan tingkat kepercayaan Rusia terhadap Indonesia, khususnya di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

‘Ini artinya kepercayaan Rusia kepada kita di Indonesia dipimpin oleh Presiden Prabowo ini sangat tinggi,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *