JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto berangkat ke Gorontalo untuk menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani dan Nelayan Andalan XVII Tahun 2026 di GOR David-Tony, Kecamatan Limboto.
Pesawat kepresidenan A-001 yang membawa Presiden lepas landas dari Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu sekitar pukul 06.00 WIB. Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sekretariat Presiden dalam siaran resminya menyatakan bahwa sesampainya di Gorontalo, Prabowo langsung menuju lokasi PENAS Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026.
“Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai agenda strategis mulai dari pertukaran inovasi dan teknologi pertanian, dialog bersama pemangku kebijakan hingga penguatan jejaring kemitraan usaha yang mendukung peningkatan produktivitas serta kemandirian pangan nasional,” demikian siaran resmi Sekretariat Presiden.
Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 WITA. Presiden Prabowo dijadwalkan memberikan sambutan dan arahan-arahan dalam puncak acara tersebut.
Rangkaian kegiatan PENAS sudah berlangsung sejak Sabtu (20/6) dan dibuka langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Panitia memperkirakan puluhan ribu peserta serta tamu undangan dari berbagai wilayah Indonesia akan hadir di puncak acara, dengan jumlah peserta mencapai 50.000-60.000 orang.
Sejak dibuka pekan lalu, sejumlah pejabat dan petinggi BUMN terkait sektor pertanian dan perikanan telah mengikuti berbagai kegiatan rangkaian PENAS Petani Nelayan XVII.
Di antaranya Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.
Dalam acara dialog bersama petani dan nelayan di Gorontalo, Selasa (23/6), Sudaryono kembali mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan dan menyetop impor beras melalui peningkatan produksi pertanian serta perluasan areal tanam di berbagai daerah.
Sudaryono melanjutkan pemerintah juga terus memperluas program cetak sawah di sejumlah daerah seperti Papua, Kalimantan Selatan, dan Gorontalo. Khusus di Gorontalo, luas sawah yang dicetak mencapai kurang lebih 5.000 hektare.