JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan rasa terhormatnya atas undangan menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia. Ia menilai forum tersebut sebagai peluang strategis untuk mempererat kerja sama dan konektivitas di kawasan.
“Sekali lagi kami merasa terhormat dapat berpartisipasi dalam Forum Ekonomi Timur ke-11. Forum ini memiliki potensi besar dalam menjadi jembatan kerja sama dan konektivitas di kawasan kita,” kata Presiden Prabowo dalam jamuan santap siang bersama Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Kamis.
Dalam pertemuan yang dipantau secara daring dari Jakarta, Prabowo menyoroti kemitraan Indonesia-Rusia yang telah berlangsung lebih dari lima dasawarsa. Ia menegaskan posisi Rusia sebagai mitra penting bagi Indonesia.
Hubungan kedua negara, menurutnya, telah mencapai tingkat kemitraan strategis. Indonesia pun terus mendorong penguatan kerja sama yang saling menguntungkan.
“Indonesia terus berupaya untuk terus meningkatkan kerja sama di segala bidang demi mencapai keuntungan bagi kedua negara kita,” tutur Prabowo.
Sementara itu, Presiden Putin menyampaikan apresiasi atas kesediaan Prabowo mengunjungi Vladivostok dan hadir sebagai tamu kehormatan dalam EEF ke-11.
“Indonesia merupakan mitra yang paling kunci bagi Rusia di kawasan Asia Pasifik. Kita terkait dengan hubungan persahabatan selama bertahun-tahun,” ujar Putin.
Putin juga mencatat sejumlah kemajuan bilateral, termasuk kenaikan volume perdagangan sebesar 12 persen pada tahun lalu. Kerja sama di bidang pertanian, teknologi, serta energi—khususnya nuklir—juga terus dikembangkan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo tiba di Bandara Internasional Vladivostok pada Rabu (2/9) untuk menghadiri forum tersebut sebagai tamu kehormatan utama. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kedua negara di berbagai bidang, sekaligus momentum memperluas kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, dan sektor potensial lainnya.