SANA’A – Pasukan militer Yaman secara resmi mengumumkan keberhasilan mereka dalam menggempur salah satu markas militer milik kelompok pemberontak Houthi yang berlokasi di Provinsi Al-Jawf, kawasan utara Yaman. Serangan tersebut diklaim sukses melumpuhkan persenjataan dan daya tempur Houthi di titik sasaran.
Pada hari Minggu lalu, Juru Bicara Militer Yaman, Majid al-Nuzaili, menerangkan bahwa manuver militer ini diarahkan secara spesifik ke kamp Al-Labanat.
Ia menyebut bahwa pengerahan pasukan kali ini turut didukung dan melibatkan “kemampuan khusus” yang baru saja dioperasikan.
Melalui siaran resmi di jaringan televisi milik negara, al-Nuzaili memaparkan bahwa operasi penyerangan tersebut berbuah manis dengan hancurnya fasilitas militer Houthi sekaligus menetralkan para kombatan yang berada di lokasi.
Meski demikian, pihak militer Yaman enggan membeberkan secara rinci terkait klasifikasi persenjataan yang dikerahkan maupun estimasi jumlah korban yang jatuh akibat insiden tersebut.
Bayang-bayang Kembalinya Perang Skala Penuh
Sebagai catatan, wilayah Yaman sejatinya tengah menikmati masa jeda kemanusiaan dan relatif tenang sejak April 2022 silam. Kondisi ini hadir pasca-berkecamuknya perang saudara selama nyaris 12 tahun yang melibatkan pasukan loyalis pemerintah, yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi, melawan milisi Houthi yang didukung Iran.
Konflik panjang itu sendiri bermula ketika Houthi berhasil menduduki ibu kota Sana’a serta mengekspansi mayoritas wilayah negara pada tahun 2014.
Namun, eskalasi ketegangan kembali memanas sejak pengujung tahun 2023. Seiring dengan meletusnya perang di Jalur Gaza, Houthi mulai memperluas arena konfliknya ke panggung regional.
Kelompok ini secara intensif meluncurkan serangan yang menyasar teritori Israel, serta mengganggu jalur logistik kapal-kapal komersial yang melintasi perairan Laut Merah.
Memanasnya kembali pertempuran darat baru-baru ini tak ayal memantik kecemasan yang mendalam. Banyak pihak khawatir bahwa eskalasi bersenjata di Al-Jawf ini akan menjadi pemantik meledaknya kembali konflik berskala penuh yang bisa kembali meruntuhkan stabilitas keamanan di seluruh daratan Yaman.
Sumber: ANTARA