JAKARTA — Ekonom Ferry Latuhihin merespons dengan santai sekaligus tegas saat dirinya dituding sebagai agen miliarder George Soros dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Hendri Satrio Official. Alih-alih defensif, Ferry justru menggunakan kesempatan itu untuk meluruskan kesalahpahaman publik soal cara kerja hedge fund besar di pasar keuangan global.
“Lo katanya agen Soros. Agen asing nih, antek-antek asing. Bener enggak?” tanya Hensa, sapaan akrab Hendri Satrio.
“Gini, orang kita tuh senang hal-hal yang sensasional ya. Jadi nyari-nyari sensasi agen soros lah, agen rokok lah, agen beras lah, enggak ada lah,” jawab Ferry.
Ketika Hensa mendesaknya menjawab langsung tuduhan tersebut, Ferry dengan nada jenaka menegaskan bahwa tuduhan semacam itu tidak masuk akal secara akademis.
“Orang-orang kayak gitu kayak Soros tuh enggak perlu agen mas. Dia kalau nyerang speculative attack, even Bank of England tuh jebol loh dihajar sama dia. Enggak ada agen-agenan, itu kan hedge fund besar ya,” ujar Ferry.
Lebih jauh, Ferry justru menawarkan perspektif berbeda soal keberadaan fund manager sekelas Soros.
Menurutnya, para pengelola dana jumbo seperti Soros, Fidelity, Vanguard, hingga BlackRock memiliki peran tidak langsung yang penting bagi disiplin fiskal sebuah negara.
“Sekarang nih orang-orang seperti Soros ini ada manfaatnya, seperti Inggris pada waktu itu, tidak memanage ekonominya dengan baik ya dihajar. Artinya apa? Buat pemerintah, agen Soros ini penting sebagai disiplin mekanisme, kalau salah kelola ekonomi, ada ya orang yang siap menghukum lo,” tegas Ferry.
Ferry juga melontarkan kritik pedas kepada para pihak-pihak yang menyebarkan narasi konspirasi soal Soros.
Ia menegaskan bahwa obrolan soal teori konspirasi semacam itu hanya layak dikategorikan sebagai “obrolan warung kopi,” bukan diskusi yang berlandaskan latar belakang akademik yang kuat.
“Jadi banyak ocehan-ocehan yang enggak masuk akal, konspirasi, teori lah apa segala macem. Itu (soal Agen Soros) sebetulnya obrolan warung kopi gitu loh, bukan obrolan orang-orang yang memang punya akademik background yang kuat,” pungkasnya.
Siapa George Soros?
George Soros adalah investor dan filantropis kelahiran Hungaria yang mendirikan Quantum Fund, salah satu hedge fund paling sukses dalam sejarah keuangan dunia.
Namanya mendunia setelah ia berhasil memaksa Bank of England keluar dari mekanisme nilai tukar Eropa pada September 1992, sebuah peristiwa yang dikenal sebagai “Black Wednesday” dengan melakukan short selling terhadap pound sterling senilai lebih dari 10 miliar dolar AS dan meraup keuntungan sekitar 1 miliar dolar dalam semalam.
Di Indonesia dan banyak negara berkembang lainnya, nama Soros kerap dijadikan simbol ancaman ekonomi asing, terutama setelah krisis finansial Asia 1997–1998 yang menghantam rupiah secara dahsyat. Sejumlah kalangan menuding spekulasi hedge fund global, termasuk Quantum Fund, turut memperburuk krisis tersebut.
Narasi ini kemudian berkembang menjadi tuduhan yang lebih luas, bahkan politis, di mana Soros digambarkan sebagai dalang di balik berbagai gejolak ekonomi maupun politik di negara-negara berkembang.