JAKARTA – Ketua DPP Partai Golkar Mukhamad Misbakhun mengajak seluruh elit partai politik untuk menunjukkan kedewasaan, kejernihan, dan konsistensi sikap dalam menghadapi dinamika nasional saat ini.

Menurutnya, para elit parpol perlu ikut menjaga kondusivitas politik dengan menghindari narasi provokatif serta tidak memicu gerakan masyarakat yang berpotensi memperpanas situasi dan meningkatkan eskalasi sosial-politik.

“Tugas seluruh elit politik adalah memberi keteladanan, menghadirkan solusi, serta menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan politik sesaat,” kata Misbakhun dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Ia menilai partai politik tidak sepatutnya bersikap ambigu, seolah menjadi penyeimbang ketika ada kebijakan bermasalah, namun ikut mengambil keuntungan politik ketika program pemerintah mendapat respons positif dari masyarakat.

Menurut Misbakhun, perbedaan pandangan dan kritik adalah hal yang wajar dalam demokrasi.

Meski sistem ketatanegaraan Indonesia tidak mengenal oposisi secara formal, setiap partai politik tetap harus menunjukkan posisi yang jelas dan konsisten, yakni berada di dalam pemerintahan atau di luar pemerintahan.

“Tidak bisa satu pihak mengambil poin dari program pemerintah yang bagus, tetapi mengambil jarak dan mengkritik keras ketika ada program pemerintah yang sedang bermasalah. Posisi politik dua kaki seperti itu tidak elegan,” katanya.

Di tengah tekanan akibat dinamika geopolitik dan situasi ekonomi saat ini, Misbakhun mengingatkan agar kritik disampaikan secara bertanggung jawab dan diarahkan untuk menenangkan keadaan.

“Kritik itu penting dalam demokrasi, dan pemerintah terus mendengar aspirasi masyarakat. Tetapi dalam situasi penuh tekanan, yang dibutuhkan adalah sikap yang menyejukkan, bukan narasi yang membuat keadaan semakin panas,” kata Misbakhun.

Untuk itu, ia mendorong seluruh partai politik mengedepankan politik kerja bersama, sebab persoalan bangsa saat ini tidak bisa diselesaikan dengan saling menyalahkan, melainkan memerlukan kontribusi gagasan dari semua kekuatan politik.

“Politik berwawasan kebangsaan, yaitu politik yang memprioritaskan kepentingan nasional daripada kepentingan politik praktis yang populis,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *