JAKARTA – Pengamat politik Rocky Gerung menilai Presiden Prabowo Subianto perlu mengambil langkah drastis dalam mengelola pemerintahan. Menurutnya, persoalan yang ada tidak akan selesai hanya dengan mengganti menteri selama kesepakatan politik dengan elite partai masih dipertahankan.

Dalam podcast bersama analis komunikasi politik Hendri Satrio, Rocky menyatakan bahwa presiden harus berani membangun arah baru pemerintahan dengan mengutamakan kepentingan publik di atas kompromi politik yang lahir dari proses pembentukan koalisi.

“Perjanjian dengan elit harus dibatalkan supaya ada perjanjian baru dengan publik. Presiden harus mendengar suara akademisi, jurnalis, hingga kelompok sipil,” ujar Rocky Gerung di YouTube Hendri Satrio Official.

Rocky menilai momentum evaluasi pemerintahan sebaiknya dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan langsung antara pemerintah dan masyarakat. Komitmen baru ini penting agar kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan kebutuhan publik.

Ia juga mendorong presiden melakukan evaluasi terhadap kinerja para menteri. Langkah tersebut diperlukan agar program pemerintah dapat berjalan lebih efektif. Bagi Rocky, evaluasi kabinet tidak semata-mata soal pergantian individu, melainkan menyangkut keberanian pemerintah membangun sistem kerja yang lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat.

Rocky menyoroti pola komunikasi pemerintah yang menurutnya masih lebih banyak berfungsi sebagai sarana membangun citra daripada menyerap kritik dari publik. Menurutnya, komunikasi politik semestinya tidak hanya menjadi alat menyampaikan keberhasilan pemerintah, tetapi juga menjadi ruang untuk mendengarkan masukan dari berbagai kelompok masyarakat.

Karena itu, ia menilai presiden perlu dialog dengan kalangan akademisi, jurnalis, dan organisasi masyarakat sipil sebagai bagian dari proses penyusunan kebijakan. Rocky berpandangan bahwa perubahan tersebut akan lebih berdampak dibanding sekadar melakukan reshuffle kabinet.

Pembaruan hubungan antara pemerintah dan publik, kata dia, merupakan fondasi penting agar pemerintahan mampu memperoleh kepercayaan yang lebih besar dari masyarakat.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh komposisi kabinet, tetapi juga oleh keberanian pemimpin mengambil keputusan yang berpihak pada kepentingan rakyat di atas kepentingan elite politik.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari presiden maupun istana mengenai rencana perombakan kabinet dalam waktu dekat. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, jika memang terjadi perubahan susunan kabinet, kemungkinan besar berkaitan dengan pengisian sejumlah posisi yang kosong.

“Kalaupun mohon maaf ya kalaupun misalnya ada (reshuffle), barangkali untuk mengisi kekosongan-kekosongan dari beberapa posisi yang karena perubahan yang kemarin ditinggalkan oleh pejabat yang lama,” kata Prasetyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *