JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mendorong seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk turun tangan membantu pemerintah daerah dalam mengatasi berbagai problematika pembangunan, mulai dari penataan lingkungan hingga tata kelola sampah.

Arahan tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto usai melapor kepada Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (4/5).

Brian menyebutkan bahwa Kepala Negara sangat menaruh perhatian pada sejauh mana kontribusi nyata akademisi terhadap kebutuhan lokal.

“Bapak Presiden meminta saya, kami ya, di Kemendiktisaintek, sudah sejauh mana kemajuan jurusan-jurusan yang prodi-prodi dan dosen-dosen yang bisa membantu pemda,” ujar Brian.

Kolaborasi Riset untuk Solusi Daerah

Presiden menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki sumber daya manusia yang mumpuni, seperti pakar teknik lingkungan, arsitek, hingga ahli teknologi mesin, yang dapat memberikan dukungan teknis kepada pemerintah daerah.

Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan program penataan daerah yang lebih estetis dan berkelanjutan.

“Bagaimana pemda-pemda itu bisa dibantu, di-backup oleh kampus-kampus, peneliti, guru-guru besar yang bidangnya terkait ya, seperti arsitektur untuk keindahan taman-taman, kemudian teknik lingkungan, teknik mesin untuk sampah, dan sebagainya,” jelas Brian.

Langkah ini bertujuan agar keahlian akademik tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi menjadi solusi praktis bagi persoalan klasik yang dihadapi pemerintah kota maupun kabupaten.

Membentuk Tim Ahli sebagai Mitra Strategis

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kemendiktisaintek berencana melakukan konsolidasi dengan berbagai perguruan tinggi untuk membentuk tim ahli.

Tim-tim ini nantinya akan ditempatkan sebagai mitra strategis bagi para pemimpin daerah di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

“Jadi, diharapkan setiap daerah, provinsi maupun kota, kabupaten, itu kampus memiliki tim yang nantinya menjadi seperti asisten untuk kepala daerahnya membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan itu,” tambahnya.

Inisiatif ini juga menjadi bagian dari program “Kemdiktisaintek Berdampak”. Melalui program ini, riset dan pendidikan tinggi diarahkan agar lebih relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Presiden pun menginstruksikan agar skema kerja sama ini dijalankan secara lebih masif dan terorganisasi.

“Bapak Presiden meminta lebih terstruktur lagi mungkin ya, supaya seluruh kampus bisa berperan,” tandas Brian.

Dengan adanya integrasi yang kuat antara dunia kampus dan pemerintah daerah, ilmu pengetahuan diharapkan dapat menjadi mesin utama dalam mempercepat pembangunan nasional yang lebih tepat sasaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *