JAKARTA — Komisi Eropa mendesak negara-negara anggota Uni Eropa (EU) untuk segera mengimplementasikan berbagai langkah dukungan guna menghadapi krisis energi yang kian meluas.

Salah satu poin krusial yang diusulkan adalah pemberlakuan kewajiban kerja jarak jauh bagi para karyawan di kawasan tersebut.

Melansir laporan Financial Times, Ahad (19/4/2026), draf dokumen komunikasi internal Komisi Eropa menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan harus didorong untuk memberikan ruang fleksibilitas bekerja.

Dalam lampiran draf tersebut, Komisi mengatakan perusahaan harus didorong untuk memberlakukan sedikitnya satu hari kerja dari mana pun (work from anywhere/WFA).

Langkah ini dipandang sebagai strategi efektif untuk menekan konsumsi energi di gedung-gedung perkantoran.

Subsidi Transportasi dan Teknologi Ramah Lingkungan

Selain penyesuaian pola kerja, otoritas eksekutif Uni Eropa tersebut juga merumuskan insentif finansial untuk meringankan beban masyarakat.

Komisi merekomendasikan pemberian subsidi transportasi umum dan pengurangan PPN pada pompa kalor, boiler, dan panel surya.

Upaya transisi energi juga dipercepat melalui penetapan target elektrifikasi baru. Komisi Eropa berencana mengumumkan dukungan bagi negara-negara Uni Eropa untuk mengembangkan program sewa sosial untuk teknologi ramah lingkungan seperti pompa kalor dan kendaraan listrik.

Guna menjaga ketahanan stok energi, Brussel diperkirakan akan kembali merekomendasikan penghematan konsumsi gas dan minyak.

Langkah ini merujuk pada keberhasilan panduan serupa yang pernah dikeluarkan pada tahun 2022 lalu saat menghadapi situasi darurat serupa.

Imbas Penutupan Selat Hormuz

Tekanan energi di Benua Biru semakin nyata menyusul pengumuman sepihak dari Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Teheran secara resmi menyatakan penutupan salah satu jalur perdagangan minyak paling vital di dunia, yakni Selat Hormuz.

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa mereka telah menutup Selat Hormuz sejak Sabtu malam, dan ini akan tetap berlaku sampai blokade Angkatan Laut AS sepenuhnya dicabut.

Penutupan jalur logistik global ini diperkirakan akan memicu lonjakan harga komoditas energi dunia. Hal inilah yang mendorong Komisi Eropa segera menyiapkan skenario mitigasi agar negara-negara anggota dapat menghemat penggunaan energi fosil melalui kebijakan WFA dan akselerasi penggunaan teknologi energi baru terbarukan di level rumah tangga.

Sumber: ANTARA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *