JAKARTA – Pengamat politik Hendri Satrio, yang akrab disapa Hensa, secara terang-terangan menyatakan ingin mengetahui hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Badan Gizi Nasional yang mengelola dana triliunan rupiah untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui akun X pribadinya, @satriohendri, Hensa mengungkapkan keingintahuannya soal penggunaan anggaran BGN.
“Salah satu lembaga yang pengen banget gue tau hasil audit BPKnya ya BGN, duit triliunan dipake buat apa aja dan gimana penggunaannya?” tulis Hensa.
Pernyataan tersebut langsung mendapat respons luas dari warganet, mencerminkan besarnya ekspektasi publik terhadap akuntabilitas BGN, lembaga yang menjadi tulang punggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Hensa menilai, BGN perlu segera mengambil langkah proaktif untuk menjawab kekhawatiran publik tersebut.
“Kalau BGN mau program MBG ini betul-betul dipercaya masyarakat, mereka harus berani membuka penggunaan anggarannya secara transparan,” ujar Hensa.
Ia menekankan bahwa keterbukaan informasi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen komunikasi publik yang krusial.
“Audit BPK itu bukan apa-apa, justru kalau hasilnya baik, itu jadi senjata terkuat BGN untuk membuktikan bahwa program ini berjalan bersih dan tepat sasaran,” kata Hensa.
Menurut Hensa, ketidakjelasan komunikasi soal anggaran justru berpotensi mencederai citra program MBG yang selama ini digadang-gadang sebagai salah satu program unggulan pemerintah.
“Masyarakat itu bukan tidak mendukung program MBG, banyak yang mendukung. Tapi dukungan itu harus dirawat dengan kejujuran. Kalau anggarannya tidak jelas, yang dirugikan bukan cuma BGN, tapi seluruh semangat di balik program ini,” pungkasnya.