JAKARTA — Suasana riuh di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, berubah menjadi momen penuh haru pada Selasa (17/3/2026).
Seorang pengemudi ojek online (ojol) tampak menangis sesenggukkan saat berkesempatan menghampiri Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang tengah meninjau situasi mudik Lebaran.
Kejadian tersebut terekam dalam video yang diunggah melalui akun Instagram @teddy_hq. Awalnya, sang pengemudi mendekati Teddy yang hendak meninggalkan area stasiun usai memastikan kesiapan moda transportasi kereta api bagi para pemudik tahun ini.
Keduanya sempat melakukan swafoto bersama sebelum terlibat dalam percakapan singkat namun mendalam.
Teddy terlihat memulai dialog dengan menanyakan profesi pria yang mengenakan atribut ojek online tersebut.
“Bapak mudik atau Gojek?,” tanya Teddy.
“Gojek pak,” ujar driver tersebut.
Teddy kemudian menanyakan kondisi pendapatan sang pengemudi di tengah masa angkutan Lebaran yang sedang berlangsung.
Tanpa ada penghalang yang membatasi diskusi keduanya, sang pengemudi pun menjawab dengan jujur mengenai kondisinya.
“Banyak yang beli enggak?,” tanya Teddy.
“Sepi, pak,” ujar driver tersebut.
Bantuan Hari Raya
Mendengar keluhan tersebut, Teddy secara spontan memberikan sebuah amplop yang diketahui berisi Bantuan Hari Raya (BHR).
Menerima bantuan langsung dari tangan orang kepercayaan Presiden, driver ojol tersebut seketika tak kuasa membendung air matanya.
Sambil terisak, ia mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya bisa bertemu langsung dengan pejabat negara tersebut.
“Makasih pak,” ujar driver tersebut sambil menangis terharu.
Teddy yang melihat respon tersebut lantas mencoba menenangkan sang pengemudi yang masih emosional.
“Udah, kok nangis?,” tanya Teddy.
“Saya bangga, pak,” kata driver itu singkat.
Sorotan pada Kesejahteraan Driver Ojol
Momen di Stasiun Senen ini terjadi di tengah ramainya perbincangan publik mengenai skema Bantuan Hari Raya bagi mitra pengemudi ojek online.
Pada tahun ini, pemerintah secara resmi mengumumkan bahwa BHR diberikan kepada sekitar 850 ribu mitra pengemudi di seluruh Indonesia.
Langkah ini didukung dengan kenaikan signifikan total dana BHR dari pihak aplikator. Angka yang semula sebesar Rp 110 miliar pada tahun 2025, melonjak dua kali lipat menjadi Rp 220 miliar pada tahun ini.
Terkait kebijakan tersebut, pemerintah terus mendorong agar perusahaan aplikasi tetap transparan dalam melakukan perhitungan besaran BHR.
Hal ini dilakukan guna memastikan seluruh mitra pengemudi mendapatkan haknya secara adil di momen hari raya.