Jakarta – Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD meminta penjelasan dari instruksi Siaga 1 yang dikeluarkan TNI menyusul eskalasi perang di Timur Tengah belakangan ini.

Dalam postingan di Instagram pribadi analis komunikasi politik Hendri Satrio (@hendri.satrio), Mahfud melihat ketidakjelasan maksud dan tujuan dikeluarkannya instruksi tersebut.

Ia menilai, instruksi tersebut dikeluarkan tanpa alasan yang jelas sehingga membuat masyarakat bertanya.

“Sekarang Siaga 1, saya juga nggak tahu apa yang menyebabkan kita harus bersiaga 1,” kata Mahfud dalam video tersebut.

“Apakah imbas dari perang Iran, Amerika, Israel, sehingga ada dominonya di sini atau internal kita, ekonomi kita guncang sehingga akan menyebabkan rakyat mungkin akan menghadapi masalah-masalah?,” lanjutnya.

Ia pun menjelaskan bahwa Siaga 1 menandakan bahwa negara harus siap, waspada, serta bekerja penuh secara 24 jam dari ancaman yang akan datang.

“Kalau siaga 2 itu sebagian harus total bersiaga, sebagiannya tugas-tugas normal saja, kalau siaga 3 itu normal saja, nggak ada apa-apa, ada jadwal-jadwal dan kerjaannya dengan standar minimal,” ujar Mahfud.

Oleh karena itu, alih-alih khawatir akibat keluarnya instruksi itu, Mahfud justru mengkhawatirkan tujuan instruksi tersebut karena dikeluarkan tanpa maksud yang jelas.

“Saya ya agak khawatir ada apa sih gitu (dengan Siaga 1) dan kita kan tidak tahu kalau ada apa-apa,” ujar Mahfud.

Mendengar hal itu, Hendri Satrio selaku analis komunikasi politik pun menanggapi bahwa instruksi ini menandakan pemerintah sedang dalam keadaan darurat komunikasi publik.

“Itulah (Siaga 1) darurat komunikasi hari ini, kita tuh mesti dijelasin sama pemerintah, ini ada apa sih sebetulnya,” ujar Hensa.

Ia pun sepakat dengan Mahfud bahwasannya instruksi tersebut harus dijelaskan secara gamblang agar tak menimbulkan persepsi liar di kalangan publik.

“Saya mengapresiasi Presiden mau mengeluarkan Taklimat, semoga ini bisa menjelaskan dan menenangkan publik,” pungkasnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *