Korban Tewas Serangan AS-Israel di Iran Lampaui 1.000 Orang

Masyarakat Iran menghadiri proses pemakaman para siswi dan staf yang kehilangan nyawa ketika sebuah sekolah dasar di provinsi Hormozgan, Iran selatan, setelah terkena serangan pada hari pertama serangan AS-Israel terhadap Iran. (Foto: Anadolu)

TEHERAN – Eskalasi militer di Timur Tengah pascaserangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran dilaporkan terus memakan korban jiwa dalam jumlah besar.

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun otoritas setempat, angka kematian kini telah menembus angka seribu orang.

Jumlah korban tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Iran telah mencapai 1.045 orang, lapor kantor berita Tasnim yang mengutip Iranian Foundation of Martyrs and Veterans Affairs.

Data ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan laporan sebelumnya. Sementara itu, pada Selasa (3/3) Bulan Sabit Merah Iran mengatakan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan AS-Israel terhadap Iran bertambah menjadi 787 orang.

Korban Sipil dan Militer

Operasi militer yang dilancarkan pada akhir Februari tersebut menyasar berbagai titik strategis. Menurutnya, para korban dilaporkan mencakup warga sipil dan personel militer.

Kondisi di lapangan dilaporkan sangat memprihatinkan, terutama di titik-titik ledakan yang berada di kawasan padat penduduk.

Fokus evakuasi dan identifikasi hingga kini masih terus dilakukan oleh lembaga kemanusiaan setempat di tengah bayang-bayang serangan susulan.

Gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran

Serangan ini menjadi titik balik paling krusial dalam sejarah konflik kedua belah pihak. Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, dengan laporan terdapat kerusakan dan korban sipil.

Di tengah situasi kacau tersebut, sebuah kabar mengejutkan dikonfirmasi oleh otoritas Teheran. Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei gugur dalam serangan itu.

Tewasnya Ali Khamenei memicu kemarahan besar di pihak Teheran. Sebagai bentuk respons atas aksi militer tersebut, Iran kemudian meluncurkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Ketegangan ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan upaya konsolidasi kekuatan baru di internal pemerintahan Iran pasca-kehilangan pemimpin tertinggi mereka.

Sumber: Antara

Baca juga: Mahmoud Ahmadinejad Dikabarkan Selamat dari Serangan Rudal AS-Israel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *