JAKARTA – Kalangan pelaku usaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memberikan apresiasi atas berbagai kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menjaga stabilitas nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Pemerintah yang mempertahankan tarif listrik bersubsidi dan harga LPG 3 kilogram tetap stabil dianggap sebagai bukti komitmen melindungi daya beli masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan dunia usaha.

Apresiasi itu disampaikan para pengurus Kadin Indonesia tingkat pusat dan daerah bersama pimpinan berbagai asosiasi dunia usaha saat bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.

Mewakili para pelaku usaha, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa sebanyak 150 pengusaha dari Kadin pusat, Kadin daerah, serta berbagai organisasi dan asosiasi usaha hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka berdialog langsung dengan Presiden mengenai arah pembangunan nasional dan kondisi perekonomian Indonesia.

“Yang terhormat, Bapak Presiden, telah hadir 150 pengusaha KADIN pusat dan KADIN daerah dari seluruh Indonesia, beserta seluruh himpunan pengusaha dan asosiasi dari berbagai bidang,” ujar Teddy sebagaimana dikutip dari video yang diunggah pada (2/8/2026).

Menurut Teddy, pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Para pelaku usaha menyampaikan optimisme terhadap arah pembangunan yang dijalankan pemerintah serta menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam berbagai program strategis nasional.

Ketua Umum Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi), Andi Rukman N. Karumpa, menilai pemerintahan Presiden Prabowo berhasil mengarahkan pembangunan nasional, khususnya di sektor infrastruktur dan konstruksi.

Menurutnya, berbagai proyek strategis yang dijalankan pemerintah telah membuka ruang pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan lapangan kerja di berbagai daerah. Ia menyebut besarnya anggaran pembangunan yang dialokasikan pemerintah telah mendorong percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan, program cetak sawah, jaringan irigasi, Sekolah Rakyat, hingga revitalisasi fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan.

“Bapak telah menggelontorkan Rp1.000 triliun lebih untuk dana infrastruktur, Merah Putih, dapur, cetak sawah, Kampung Nelayan, Sekolah Rakyat, irigasi, dan luar biasa. Pekerjaan proyek revitalisasi pendidikan dan kesehatan. Ribuan sekolah telah diperbaiki, puskesmas,” kata Andi di hadapan Presiden.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia, James Riady, menyampaikan bahwa keberhasilan pemerintah menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika global merupakan capaian yang patut diapresiasi.

Menurutnya, kemampuan pemerintah menjaga harga energi sekaligus mempercepat program swasembada pangan menunjukkan kualitas manajemen dan eksekusi kebijakan yang efektif. James menilai pemerintah berhasil menjaga tarif listrik bersubsidi dan harga LPG 3 kilogram tetap stabil meskipun dunia sedang menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik.

“Kalau kita lihat manajemen eksekusi ini dan kecepatannya. Swasembada pangan, ketahanan energi.

Bisa sampai situasi dunia seperti ini, tapi listrik subsidi itu enggak naik, LPG 3 kilogram juga enggak naik. Jadi ini kan luar biasa,” ujarnya.

Ia juga menilai kepemimpinan Presiden Prabowo memiliki visi jangka panjang yang jelas dalam membangun fondasi ekonomi Indonesia.

“Saya kira apa yang Bapak uraikan hari ini dan juga beberapa kali yang Bapak uraikan sesungguhnya memberikan kita kesan kepemimpinan yang visioner, sangat strategis, dan sangat jelas,” tambah James.

Dukungan serupa disampaikan Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pangan Kadin Indonesia, Mulyadi Jayabaya. Ia menegaskan bahwa dunia usaha mendukung penuh berbagai program prioritas pemerintah, terutama Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan ketahanan pangan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Mulyadi, Program Makan Bergizi Gratis telah memberikan manfaat nyata bagi anak-anak, khususnya di wilayah pedesaan dan daerah terpencil yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses terhadap makanan bergizi.

“Itu anak sekolah di desa-desa terpencil, Pak. Makan pagi, makan siang juga tidak. Tapi dengan adanya program MBG Pak Prabowo, ini luar biasa. Langkah yang Bapak lakukan merupakan langkah nomor wahid untuk ketahanan pangan dan ketersediaan pangan. Ini sangat kami dukung, Pak,” katanya.

Menanggapi berbagai dukungan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada Kadin Indonesia beserta seluruh pelaku usaha yang sejak awal pemerintahannya telah menunjukkan komitmen untuk bekerja sama membangun bangsa.

Presiden menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan nasional memerlukan sinergi seluruh elemen bangsa, termasuk dunia usaha sebagai mitra strategis pemerintah dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Saya sangat berterima kasih. Saya sangat gembira karena sejak awal pemerintahan yang saya pimpin, saudara-saudara telah menunjukkan niat untuk bekerja sama dan berjuang bersama demi kebaikan seluruh bangsa dan negara,” ujar Presiden.

Dalam kesempatan yang sama, Seskab Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa kemajuan Indonesia hanya dapat diwujudkan melalui semangat gotong royong dan kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, serta seluruh komponen bangsa.

Menurut Teddy, berbagai apresiasi yang disampaikan para pelaku usaha mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan dunia usaha terhadap arah kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dalam suasana dialog yang hangat, para pelaku usaha menyampaikan apresiasi terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang semakin memperkuat kepercayaan dunia usaha, memperkuat ketahanan ekonomi nasional, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Teddy.

Ia menambahkan bahwa sinergi pemerintah dan sektor swasta menjadi modal utama untuk mempercepat pembangunan nasional di tengah tantangan ekonomi global yang terus berkembang.

“Pemerintah dan dunia usaha melangkah bersama. Karena Indonesia yang maju lahir dari kolaborasi, kerja keras, dan semangat membangun untuk kepentingan seluruh rakyat,” pungkas Teddy.

Pertemuan tersebut menjadi simbol kuatnya kemitraan antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Melalui kolaborasi yang semakin erat, pemerintah berharap berbagai program strategis dapat berjalan lebih efektif sehingga mampu memperkuat ketahanan ekonomi nasional, meningkatkan daya saing Indonesia, menciptakan lapangan kerja, dan mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *