Prabowo Bangga Lulusan Terbaik IPDN Berasal dari Keluarga Sederhana

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam upacara pelantikan Pamong Praja Muda (PPM) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan ke-33. (Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

SUMEDANG — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi tinggi terhadap sistem seleksi penerimaan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Mekanisme penyaringan di sekolah kedinasan tersebut dinilai sukses menjaring putra-putri terbaik bangsa dari beragam latar belakang sosial ekonomi.

Prabowo mengaku bangga setelah mengetahui fakta bahwa sepuluh lulusan terbaik Angkatan ke-33 tahun 2026 IPDN didominasi oleh anak-anak dari keluarga sederhana, mulai dari anak buruh, petani, hingga bintara.

Apresiasi tersebut diutarakan Prabowo saat memberikan arahan langsung kepada para Pamong Praja Muda Angkatan ke-33 Tahun 2026 seusai prosesi pelantikan di Kampus IPDN, Jatinangor, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).

“Sebelum naik podium, saya mendapat laporan dari Menteri Dalam Negeri (Tito Karnavian), ‘Bapak Presiden, sepuluh lulusan terbaik dari angkatan ini semuanya berasal dari keluarga yang sangat sederhana.’ Tadi saya disampaikan ada yang anak buruh, ada anak tani, ada anak bintara,” kata Prabowo.

Capaian tersebut menurut Prabowo menjadi bukti nyata bahwa proses seleksi di IPDN telah berpedoman teguh pada prinsip meritokrasi, yakni membuka ruang kesempatan yang sejajar bagi seluruh anak bangsa untuk mengukir prestasi tanpa memandang asal-usul keluarga.

“Ini membuktikan bahwa seleksi IPDN yang dijalankan oleh Kementerian Dalam Negeri berhasil. Kita inginkan seleksinya benar, putra-putri terbaik bangsa, anak siapa pun,” ujarnya.

Bukti Keberhasilan Meritokrasi dan Kesetaraan Peluang

Lebih jauh, Prabowo menilai capaian para lulusan terbaik tersebut menegaskan bahwa setiap warga negara mengantongi peluang yang sama untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.

“Ini membuktikan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) berhasil. Kalau anak buruh harian bisa lulus menjadi pamong praja, siapa tahu suatu saat dia akan menjadi pemimpin-pemimpin yang hebat,” lanjutnya.

Prabowo menegaskan kembali komitmen agar Indonesia terus merawat dan mengagungkan prinsip meritokrasi. Dengan demikian, tampuk kepemimpinan publik di masa depan bakal senantiasa diisi oleh figur-figur yang memiliki kualifikasi, prestasi, serta kapabilitas terbaik.

“Ini membuktikan bahwa NKRI berhasil, bahwa Pancasila itu benar. NKRI harus dipimpin oleh mereka-mereka yang terbaik, mereka-mereka yang berprestasi. Meritokrasi. Mereka yang berprestasi silakan maju. Ini membanggakan hati saya,” katanya.

Mengakhiri arahannya, Prabowo menitipkan pesan mendalam kepada seluruh pamong praja muda agar menjaga integritas serta nama baik keluarga, almamater, dan negara melalui dedikasi pengabdian yang tulus di tengah masyarakat.

“Saudara-saudara, saya juga berpesan, buatlah orang tua selalu bangga dengan Anda. Buatlah almamatermu bangga. Yang paling penting, buatlah rakyat Indonesia bangga dengan pamong prajanya. Indonesia menanti pengabdianmu,” kata Prabowo.

Baca juga: Lantik Pamong Praja Muda IPDN, Prabowo Ingatkan Birokrasi Jangan Berbelit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *