JAKARTA — Pengamat politik Ray Rangkuti menilai Presiden ke-7 RI Joko Widodo mulai mempersiapkan sejumlah skenario untuk menjaga masa depan politik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Ray, setidaknya terdapat dua skenario, bahkan mungkin tiga, yang dapat ditempuh Jokowi menjelang Pemilihan Presiden 2029.

Hal itu disampaikan Ray dalam wawancara yang ditayangkan melalui kanal YouTube Hendri Satrio Official.

“Kelihatan Pak Jokowi sudah mulai mempersiapkan setidaknya dua skenario, bahkan mungkin tiga skenario,” kata Ray.

Skenario pertama adalah mempertahankan kerja sama politik dengan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam skenario tersebut, Jokowi akan berupaya agar Gibran kembali dipertimbangkan sebagai calon wakil presiden pendamping Prabowo pada Pilpres 2029.

Ray menyebut keberlanjutan kerja sama dengan Prabowo masih menjadi pilihan utama bagi Jokowi.

“Skenario pertama itu tetap bersama dengan Pak Prabowo. Itu kelihatannya harga mati,” ujarnya.

Namun, apabila Prabowo memilih calon pendamping lain, Ray menilai Jokowi dapat mendorong Gibran maju bersama tokoh berbeda.

Gibran dapat diarahkan untuk menjadi calon presiden ataupun kembali menjadi calon wakil presiden dalam koalisi lain.

“Kalau tidak, ya mendorong Gibran entah untuk RI-1 atau RI-2, tidak bersama dengan Pak Prabowo, tentu dengan yang lain,” kata Ray.

Selain skenario menuju 2029, Ray juga menyebut kemungkinan adanya persiapan politik jangka pendek.

Menurut dia, Jokowi berkepentingan memastikan Gibran siap menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama masa pemerintahan Prabowo.

Namun, Ray menilai seluruh skenario tersebut menghadapi satu kendala utama, yakni tingkat penerimaan publik terhadap Gibran.

Ia mengatakan Jokowi perlu menjaga popularitas dan pengaruh politiknya agar dapat memberikan dampak positif terhadap posisi Gibran.

Aktivitas Jokowi yang kembali melakukan perjalanan dan menemui berbagai kelompok dinilai dapat dibaca dalam konteks tersebut.

Ray menilai popularitas Jokowi masih menjadi modal politik penting bagi Gibran. Namun, modal itu belum tentu cukup apabila Gibran tidak mampu membangun basis dukungannya sendiri.

Menurut Ray, langkah-langkah politik Jokowi juga kemungkinan telah diperhatikan oleh Prabowo. Karena itu, keputusan mengenai posisi Gibran pada 2029 dapat menjadi salah satu sumber tarik-menarik kepentingan antara kedua kelompok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *