JAKARTA – Nanik S Deyang menyampaikan perihal pengunduran dirinya sebagai pimpinan BGN untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk penyakit terkait jantung dan akan berangkat pada hari ini

“Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN,” kata Nanik dalam unggahannya di media sosial Facebook.

Nanik mengatakan, dirinya memilih berobat di luar negeri semata bukan karena tidak percaya dokter Indonesia.

Namun, ia mengeklaim bahwa berobat ke luar negeri untuk memperoleh second opinion atas penyakitnya.

“Dengan berat hati saya akhirnya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di LN untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu (22/7), saya berangkat,” tulis Nanik.

Terpisah, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan Dirgayuza Setiawan mengonfirmasi Nanik S Deyang telah mengajukan pengunduran diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

“Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” ujar Yuza seperti yang dikonfirmasi pada Rabu, dilansir dari Antara.

Dia mengatakan bahwa dalam waktu sekitar satu setengah bulan memimpin BGN, Nanik telah membongkar berbagai persoalan dan meletakkan sejumlah fondasi reformasi.

Beberapa langkah yang dilakukan Nanik antara lain mengevaluasi hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengklasifikasikan 3.000 dapur berdasarkan standar mutu, menghentikan ekspansi dapur di wilayah jenuh.

Selain itu juga menemukan 414 SPPG bermasalah sehingga ratusan miliar rupiah kembali ke kas negara, membentuk 11 tim reformasi, memfokuskan MBG ke penerima manfaat yang paling membutuhkan, serta menghadirkan para profesional dari lintas kementerian dan lembaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *