JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah menegaskan tidak ada pembicaraan politik saat Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menerima takziah dari Presiden Prabowo Subianto terkait wafatnya Guruh Soekarnoputra.

Menurut Said, pertemuan di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Senin (28/9/2025), berlangsung akrab dan sangat personal. Ia menilai pertemuan itu penting untuk menjaga silaturahmi sebagai sahabat.

“Sama sekali tidak ada pembicaraan lainnya, apalagi bicara politik,” kata Said dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Dalam kunjungan takziah tersebut, Presiden Prabowo didampingi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Tedy Indra Wijaya.

Said menjelaskan, Presiden belum berkesempatan bertakziah secara langsung saat jenazah Guruh disemayamkan hingga prosesi pemakaman karena padatnya agenda pemerintahan dan kenegaraan. PDI Perjuangan memahami kesibukan tersebut.

“Apalagi, kepergian Mas Guruh sangat mendadak meninggalkan kita semua, kita semua berduka,” ucap Said.

Saat tiba di Teuku Umar, Presiden langsung disambut Megawati yang didampingi putrinya, Puan Maharani. Said juga hadir dalam penyambutan dan pertemuan itu.

Selama pertemuan, Presiden mendoakan agar Guruh Soekarnoputra diterima di sisi Allah SWT. Sebaliknya, Megawati mendoakan agar Presiden diberikan keberkahan, kesehatan, dan dapat menjalankan tugas kepemimpinan nasional secara paripurna.

“Sebagai sahabat, tentu Ibu Mega sangat terharu atas perhatian Bapak Presiden,” ujar Said.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *