TEHERAN — Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah pasukan bersenjata Iran dilaporkan melancarkan gelombang serangan rudal yang menargetkan posisi militer Amerika Serikat (AS) di Yordania.

Informasi ini mengemuka berdasarkan laporan media Rusia RIA Novosti yang mengutip sumber pejabat AS kepada Fox News.

Laporan saluran berita tersebut mengindikasikan bahwa hingga saat ini belum terdapat kerusakan signifikan di lokasi sasaran. Hal ini lantaran hampir seluruh proyektil rudal yang diluncurkan berhasil dihalau oleh sistem pertahanan udara.

Sebelumnya, media Press TV melaporkan bahwa militer Iran melepaskan rentetan tembakan rudal ke sejumlah pangkalan militer AS yang tersebar di kawasan Asia Barat.

Tidak hanya pangkalan darat, armada kapal perang AS yang disiagakan di jalur vital Selat Hormuz juga turut menjadi sasaran tembak.

Merespons tindakan tersebut, jurnalis Axios mengutip keterangan seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya, mengabarkan bahwa militer AS telah melancarkan serangan balasan presisi.

Operasi balasan militer AS tersebut diduga kuat membidik posisi peluncur rudal milik Iran yang berada di Pulau Larak.

Dinamika Konflik yang Belum Mereda

Ketegangan militer terbuka antara konsorsium AS-Israel melawan Iran telah bereskalasi sejak 28 Februari lalu, sewaktu AS dan Israel mulai menggempur sejumlah target strategis di dalam wilayah Iran, yang langsung direspons Teheran dengan rentetan serangan balasan.

Memasuki pertengahan Juni, Teheran dan Washington sejatinya sempat menyepakati nota kesepahaman memorandum of understanding terkait penghentian permusuhan guna meredam konflik. Namun, kesepakatan damai tersebut tak bertahan lama setelah kedua belah pihak kembali terlibat kontak tembak.

Hingga kini, situasi keamanan di kawasan tersebut masih membara dan belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian diplomatis.

Sumber: ANTARA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *