Jakarta — Pengamat politik Hendri Satrio menyoroti momen dalam video unggahan Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad yang menunjukkan ia dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya terlihat berbaur dengan pengamen jalanan setelah menyaksikan pertandingan sepakbola.
Menurut Hensa, sapaan akrabnya, momen itu seharusnya ditiru oleh pejabat lain untuk turun ke lapangan dan merasakan kehidupan rakyat secara langsung.
“Tiru dong. Wahai para pejabat, turun ke rakyat, rasakan apa yang mereka rasakan, perjuangan demi perjuangan, pejabat yang datang tanpa jarak protokoler dan mau ikut berbaur menunjukkan bentuk kepemimpinan yang lebih manusiawi,” kata Hensa kepada wartawan.
Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini menilai momen tersebut merupakan contoh nyata pejabat yang turut merasakan kegembiraan masyarakat kecil.
Oleh karena itu, pengalaman langsung seperti ini memberi ruang bagi pejabat untuk memahami sisi emosional dan sosial dari kehidupan masyarakat.
“Kalau pejabat mau turun dan menikmati hal sederhana bersama rakyat, mereka akan tahu betapa kecilnya hal-hal yang membuat warga bahagia. Ini bukan hanya soal pencitraan, ini soal mencicipi realita yang sehari-hari dialami jutaan orang,” ujar Hensa.
Di sisi lain, ia juga mengamati bahwa momen-momen serupa jarang dilakukan oleh pejabat pemerintah. Ia menyebut, kekhawatiran soal pencitraan sering menahan pejabat untuk tampil apa adanya di ruang publik.
Padahal, lanjutnya, meski momen Teddy dan Raffi seperti ini berpotensi dicap sebagai pencitraan, rekaman momen tersebut kerap menjadi catatan positif yang tersimpan lama di benak publik.
“Lebih baik dituduh pencitraan karena bernyanyi bersama pengamen daripada tidak pernah tahu bagaimana rasanya merayakan kemenangan kecil bersama-sama. Pencitraan itu boleh-boleh saja, selama outputnya positif,” kata Hensa.
Meski begitu, Hensa mengingatkan perlunya keseimbangan bahwa kehadiran spontan di publik harus tetap disertai tanggung jawab akan kinerjanya.
Ia pun berharap lebih banyak pejabat menunjukkan keberanian serupa, selagi juga menegaskan pentingnya komitmen yang lebih dalam terhadap kesejahteraan rakyat.
“Perlu diingat kalau sudah menyatu dengan rakyat juga jangan lupa akan tanggung jawabnya dalam mensejahterakan mereka, itu penting dan kerap luput jika sudah memiliki massa,” pungkas Hensa.(*)