JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyerukan perubahan mendasar dalam kebijakan perkreditan bank-bank milik negara atau Himbara (Himpunan Bank Milik Negara). Seruan itu disampaikan langsung dalam pidato Sidang Paripurna penyampaian RAPBN 2027, di hadapan para anggota DPR dan DPD.
Prabowo mengkritik praktik perbankan yang dinilainya tidak adil, di mana kredit dari bank pemerintah selama ini cenderung mengalir kepada pengusaha besar yang sudah mapan, sementara masyarakat kecil justru dibebani bunga yang lebih tinggi. Presiden menyebut kondisi ini sebagai sesuatu yang tidak masuk akal dan harus segera dibenahi.
“Saya minta bank bank himbara cobalah menjadi bank patriotik, jangan dia lagi dia lagi, yang dikasih kredit yang sudah kaya, kalau dia sudah menerima kredit dari pemerintah ya sudah berjuang dong, masa terus menerus dikasih kepada mereka,” ujar Prabowo.
Ia juga menyindir pola distribusi kredit yang terus berulang kepada kelompok yang sama. Menurutnya, pengusaha besar seharusnya mampu mencari pembiayaan dari berbagai sumber lain, sehingga tidak perlu terus-menerus mengandalkan fasilitas dari bank negara. Sebaliknya, rakyat kecil justru membutuhkan akses yang lebih terjangkau dan adil.
“Kemudian orang miskin orang kaya disuruh bayar bunga lebih tinggi daripada pengusaha besar, ini saya kira sudah diluar akal sehat,” ujar Prabowo.
Prabowo pun secara tegas memerintahkan bank-bank pelat merah untuk mengubah arah kebijakan dan menjadi institusi yang lebih berpihak kepada kepentingan nasional.
“Saya perintahkan bank bank pemerintah merubah, turunkan bunga untuk orang miskin, harusnya yang besar-besar dia bisa dapat financing dari mana-mana kan harusnya begitu,” kata Prabowo.