JAKARTA – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya yang mengusulkan gerbong KRL khusus perempuan dipindah ke tengah.

“Saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat, untuk itu saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut,” kata Arifah melalui akun sosial media Kementerian PPPA, Rabu (29/4/2026).

Dalam pernyataannya itu, Arifah menegaskan tidak bermaksud mengabaikan keselamatan penumpang lain, termasuk penumpang laki-laki.

Ia juga memahami, dalam situasi duka akibat insiden tabrakan KRL Commuter dan KA Argo Bromo di Bekasi Timur yang harus diutamakan adalah empati kepada seluruh keluarga yang terdampak.

“Kita semua sepakat bahwa keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu baik perempuan maupun laki-laki,” ujar Arifah.

Berikut pernyataan lengkap Menteri PPPA yang meminta maaf atas kegaduhan akibat usulannya memindahkan gerbong KRL khusus perempuan ke tengah:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Shalom Om Swastiastu namo buddhaya salam kebajikan, rahayu. Pertama-tama saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas insiden kecelakaan kereta yang telah menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Hati dan doa kami bersama seluruh korban beserta keluarga yang ditinggalkan. Terkait pernyataan saya pasca insiden kereta di Bekasi Timur, saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat.

Untuk itu, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut.

Tidak ada maksud dari saya untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya. Saya memahami bahwa dalam situasi duka seperti ini, yang menjadi fokus utama adalah keselamatan, penanganan korban, serta empati kepada seluruh keluarga yang terdampak. Kita semua sepakat bahwa keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu, baik perempuan maupun laki-laki. Saat ini prioritas utama pemerintah adalah memastikan penanganan terbaik bagi seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka.

Sesuai arahan Bapak Presiden, seluruh proses penanganan dilakukan secara cepat, adil, dan menyeluruh. Kementerian PPPA hadir untuk memastikan hak korban dan anak-anak yang ditinggalkan orangtuanya dalam tragedi ini tidak terabaikan. Kami sangat berduka atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa ini.

Kementerian PPPA berkomitmen memberikan pendampingan psikologis, perlindungan, serta dukungan yang diperlukan, khususnya bagi anak-anak dan keluarga korban yang mengalami trauma akibat peristiwa ini.

Bagi Semua Mari kita bersama-sama memusatkan perhatian kepada penanganan korban, doa, serta upaya perbaikan sistem keselamatan transportasi publik agar tragedi serupa tidak kembali terjadi. Keselamatan seluruh penumpang harus menjadi prioritas tertinggi dalam setiap kebijakan transportasi ke depan. Terima kasih, semoga Allah SWT memberikan kekuatan, ketabahan, dan perlindungan kepada seluruh keluarga korban, serta kepada kita semua. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *