Ogah Pulang Tangan Kosong, Trump Kejar Deal Perdagangan Besar dengan Xi Jinping

Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden Tiongkok Xi Jinping berdiri untuk menyanyikan lagu kebangsaan negara mereka selama upacara penyambutan di Balai Besar Rakyat di Beijing pada 14 Mei 2026.(AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)

JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memburu kemenangan konkret di bidang perdagangan dalam rangkaian pertemuan terakhirnya dengan Presiden China Xi Jinping pada Jumat (15/5/2026).

Trump disebut mengincar kerja sama di berbagai sektor, mulai dari pertanian, penerbangan hingga kecerdasan buatan (AI). Selain isu perdagangan, pertemuan kedua pemimpin juga menyinggung konflik geopolitik, termasuk perang melawan Iran dan ketegangan di Selat Hormuz.

Trump diperkirakan akan mengalihkan fokus pembicaraan ke isu perdagangan. Ia didampingi sejumlah petinggi perusahaan besar Amerika Serikat, termasuk Elon Musk dari Tesla dan Jensen Huang dari Nvidia.

Dalam wawancaranya dengan Fox, Trump bahkan tampak mengumumkan salah satu kesepakatan bisnis besar dengan mengatakan China telah setuju membeli “200 pesawat besar” Boeing.

Namun saham raksasa penerbangan AS itu justru turun setelah komentar Trump, menandakan pasar sebelumnya berharap pembelian yang lebih besar dari China. Scott Bessent juga mengatakan, Trump dan Xi tengah membahas pembentukan “guardrails” atau pagar pembatas dalam penggunaan kecerdasan buatan. “Dua negara adidaya AI dunia akan mulai berbicara,” kata Bessent kepada CNBC.

Xi diklaim akan bantu buka Selat Hormuz tanpa pengerahan militer. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengungkap bahwa Xi Jinping ingin Selat Hormuz tetap terbuka demi kelancaran transportasi minyak dan produk-produk penting lainnya.

“Dia ingin melihat Selat Hormuz tetap terbuka,” ujar Trump kepada Fox.

“Dia mengatakan tidak akan memberikan peralatan militer… dia mengatakan itu dengan tegas,” imbuhnya.

Gedung Putih dalam pernyataan singkatnya juga menyebut kedua pemimpin “sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk mendukung kelancaran arus energi.” Isu tersebut menjadi perhatian penting karena perang AS-Israel di Timur Tengah disebut telah membuat Iran menutup Selat Hormuz, jalur vital yang berdampak pada pasokan minyak China dan dunia.

Kunjungan Trump ke Beijing kali ini menjadi kunjungan pertama presiden Amerika Serikat ke China dalam hampir satu dekade.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *