JAKARTA — Pemerintah secara resmi meluncurkan program Asta Mandala SMK Go Global guna menggembleng sumber daya manusia (SDM) Indonesia agar memiliki kompetensi tinggi, berdaya saing internasional, serta siap mengisi ceruk kebutuhan pasar kerja global.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud konkrit penjabaran arahan Presiden Prabowo Subianto.

Fokus utamanya adalah memperkokoh sistem pelindungan pekerja migran Indonesia sejak fase pra-penempatan, masa kerja, hingga purnatugas, sekaligus mengakselerasi pergeseran tren penempatan ke arah tenaga kerja terampil (skilled labour).

“Melalui Asta Mandala SMK Go Global, kami ingin membangun talenta Indonesia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri global. Penempatan pekerja migran Indonesia tidak hanya menjadi peluang bekerja di luar negeri, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia Indonesia,” ujar Mukhtarudin dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Program Asta Mandala SMK Go Global lahir dari sinergi strategis antara Kementerian P2MI bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat sebagai agenda percepatan (quick wins) pemerintah dalam mematangkan kualifikasi tenaga kerja domestik.

Adapun pelaksanaan program difokuskan pada sejumlah bidang prioritas yang memiliki permintaan tinggi di ranah internasional, mencakup sektor kesehatan, perhotelan, manufaktur, konstruksi, agrikultur, hingga transportasi.

Lewat skema pelatihan terpadu yang disesuaikan dengan kriteria pasar kerja luar negeri, pemerintah mematok target penempatan sebanyak 500 ribu calon pekerja migran Indonesia dalam rentang waktu 2026 hingga 2029.

Dua Pilar Utama: Panca Sukses dan Tri Dampak

Mukhtarudin menguraikan bahwa Asta Mandala SMK Go Global ditegakkan di atas dua pilar utama, yakni Panca Sukses sebagai pedoman navigasi operasional dan Tri Dampak sebagai indikator capaian akhir yang ditargetkan.

“Melalui strategi ini, kami ingin memastikan setiap Calon Pekerja Indonesia memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja, memperoleh pelindungan yang optimal, serta mampu meningkatkan kesejahteraan dirinya, keluarga, dan memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional,” kata Mukhtarudin.

Penerapan program ini diharapkan sanggup membuka keran kesempatan kerja formal yang lebih luas, mencetak lulusan berkualifikasi global, serta menggenjot kontribusi remunerasi pekerja migran bagi perekonomian nasional secara nyata.

“Kami optimistis, melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, SMK Go Global akan melahirkan talenta-talenta unggul Indonesia yang siap bersaing di tingkat global, memperluas kesempatan kerja yang aman dan legal, serta memperkuat daya saing bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *