JAKARTA – Pengamat politik Hendri Satrio merespons pernyataan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang menyebut bahwa pelaku usaha mengapresiasi ketahanan ekonomi nasional di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pria yang akrab disapa Hensa ini menilai, komunikasi antara Presiden Prabowo dengan para pelaku usaha merupakan sebuah langkah yang baik. Namun, ia mengingatkan juga agar Presiden buka ruang dialog bersama dengan akademisi dan rakyat sipil.
​”Pertemuan itu positif, jadi Presiden bisa dengar langsung dari pengusaha. Tapi selain pengusaha, Presiden juga harus dengar dari akademisi dan rakyat kecil,” ujar Hensa kepada wartawan.
Hensa menegaskan bahwa masukan dari kalangan pengusaha cenderung bias pada kepentingan bisnis semata. Pemerintah, kata dia, tetap membutuhkan analisis yang objektif dari para akademisi serta validasi kondisi nyata di lapangan.
Menurutnya, apresiasi dari satu kelompok tidak lantas mencerminkan kondisi ketahanan ekonomi masyarakat secara keseluruhan yang sebenarnya.
“Kalau mau klaim ekonomi kita kuat, uji data itu bersama para pakar, lalu buktikan kebenarannya di pasar tradisional. Jangan sampai ketahanan ekonomi ini cuma berupa angka-angka cantik di kertas laporan, atau sebatas angin segar bagi pengusaha, sementara daya beli masyarakat menengah ke bawah justru sedang megap-megap,” tegasnya.
Sebelumnya, Seskab Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa para pelaku usaha memberikan respons positif terhadap kebijakan pemerintahan Prabowo dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global.
Menanggapi hal tersebut, Hensa memberikan peringatan agar pemerintah tidak lekas berpuas diri hanya karena mendapat sanjungan dari lingkaran dunia usaha.
“Pemerintah tidak boleh cepat puas hanya karena segelintir kelompok memberikan apresiasi. Kalau telinga pemerintah hanya terbuka untuk kelompok atas dan menutup mata dari jeritan di bawah, bersiaplah terkejut saat fondasi ekonomi yang katanya kuat itu ternyata keropos di akar,” pungkas Hensa.