JAKARTA – Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Inf Teddy Indra Wijaya mengingatkan pentingnya sikap saling mendukung dan kepedulian antarrekan sejawat, terutama bagi mereka yang kelak menduduki posisi strategis.
Hal tersebut disampaikan Teddy saat menghadiri reuni dan syukuran 15 tahun Akademi TNI-Polri Angkatan 2011 atau Rilastaka di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Kegiatan ini turut ditayangkan melalui akun Instagram pribadinya, @Teddy_HQ, Minggu (2/8/2026).
Di hadapan para perwira dari matra Darat, Laut, Udara, dan Kepolisian, Teddy menegaskan bahwa kesuksesan seorang prajurit tidak boleh membuatnya lupa pada rekan-rekan seangkatannya.
“Siapapun ada di atas, siapapun duluan, dukung dan support. Siapapun yang di atas, wajib hukumnya membantu yang masih berada di bawahnya,” kata Teddy dalam tayangan tersebut.
Prinsip ini, lanjut Teddy, tidak terlepas dari pengalaman pribadinya selama meniti karier di militer. Mantan Ajudan Presiden Prabowo Subianto ini secara terbuka mengaku bahwa pencapaiannya saat ini tidak lepas dari campur tangan dan bimbingan para senior.
“Saya terus terang banyak sekali dibina oleh abang-abang 2008, 2007, dan 2009,” ungkapnya.
Selain berbicara soal pentingnya merangkul rekan sejawat, Teddy juga berpesan agar Angkatan 2011 tidak hanya terpaku pada ambisi masa depan. Meski wajar jika setiap perwira bercita-cita menjadi jenderal, ia menyarankan agar mereka lebih fokus membekali diri sejak dini.
“Enggak usah terlalu panjang dulu mikirnya, mikir jangka pendek saja dulu. Jadi saya minta, mumpung ada waktu, bekalilah diri dengan apapun. Tetap jaga persahabatan, jaga komunikasi yang baik dengan siapapun,” ujar Teddy.
Ia juga mengingatkan rekan-rekannya untuk selalu berbuat baik kepada siapa saja tanpa pandang bulu. Sebab, tidak ada yang tahu dari tangan siapa bantuan akan datang di kemudian hari.
Menurut Teddy, seluruh pesan tersebut sejalan dengan tema reuni mereka tahun ini, yakni “Kompak, Kuat, dan Berdampak”. Ia menilai kekompakan lintas matra dan kepolisian di Angkatan 2011 sudah terjalin dengan sangat baik.
“Kompak itu bukan berarti harus terus-menerus bersama. Yang penting kita jauh secara raga, tapi kita dekat secara hati. Sehingga nanti ke depan kita memberi dampak yang baik untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” tuturnya.